Postingan Song Hye Kyo Memicu Rumor Kencan dengan Yoo Ah In?

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Song Hye Kyo memamerkan kebersamaannya dengan aktor Yoo Ah In baru-baru ini. Keduanya diketahui sudah bersahabat sejak lama dan kerap berbagi beberapa interaksi menggemaskan sepanjang karir mereka.

Awal bulan Mei lalu, Yoo Ah In mengirim truk kopi ke lokasi syuting Song Hye Kyo untuk mendukung drama terbaru sahabat yang berjudul “Now We Are Breaking Up.” Sikap tersebut sangat diapresiasi oleh Song Hye Kyo sehingga ia secara pribadi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Yoo Ah In melalui akun Instagram pribadinya.

Song Hye Kyo berterima kasih kepada juniornya. Ia bahkan memanggilnya menggunakan nama aslinya Uhm Hong Sik.

Baik Song Hye Kyo dan Yoo Ah In berada di bawah agensi yang sama dan berteman begitu lama, interaksi seperti itu bisa berarti baik. Namun, pesan Yoo Ah In di lengan cangkir kopi membuat penggemar curiga.

Lengan cangkir bertuliskan “Cinta untuk Ms. Song Hye Kyo. Panjang umur”. Pesan itu pun memicu beragam spekulasi, salah satunya hubungan mereka lebih dari sekedar sahabat.

Selain itu masih banyak interaksi lain antara Song Hye Kyo dan Yoo Ah In yang membuat para penggemar iri. Pada 11 Juli ini, Song Hye Kyo memposting foto di Instagram yang membuat penggemar semakin berspekulasi tentang hubungannya dengan Yoo Ah In.

Aktris “Descendants of the Sun” itu memposting foto hitam putih dirinya dan Yoo Ah In dengan anjingnya yang menggemaskan. Caption Song Hye Kyo di postingan tersebut berbunyi “멋진 @hongsick” yang artinya “Hong Sik keren”.

Aktris tersebut membatasi komentar pada postingan tersebut sehingga penggemar hanya dapat menyukai foto menggemaskan tersebut.

Apakah Song Hye Kyo mengisyaratkan hubungan dengan Yoo Ah In? Tidak ada yang dikonfirmasi sampai sekarang. Nikmati saja momen-momen yang dibagikan oleh dua sahabat dekat ini.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Hyekyo Song (@kyo1122)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Refocusing Anggaran MBG Makin Berpihak pada Kerentanan

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Setelah lebih dari satutahun berjalan dan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah, pemerintah kini melakukan refocusing atau penajaman sasaran program. Langkahtersebut bukan sekadar upaya efisiensi anggaran, melainkan bagian dari strategi untukmemastikan setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar memberikan dampakmaksimal terhadap perbaikan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan.Di tengah tantangan fiskal global, tekanan ekonomi internasional, serta kebutuhanpembangunan di berbagai sektor, pemerintah memilih pendekatan yang lebih terukur. Fokus tidak lagi semata-mata pada besarnya jumlah penerima manfaat, tetapi padakualitas intervensi dan ketepatan sasaran. Pendekatan ini menunjukkan bahwapemerintah tidak sedang mengurangi komitmen terhadap pembangunan sumber dayamanusia, melainkan memperkuat efektivitas program agar hasilnya lebih nyata.Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjadi figur yang pertama kali menjelaskan arah kebijakan baru tersebut. Menurutnya, pemerintah telah memutuskanuntuk menggeser orientasi program dari mengejar kuantitas menuju peningkatankualitas pelaksanaan. Dalam berbagai kesempatan, Nanik menegaskan bahwa BGN tidak lagi menjadikan target puluhan juta penerima sebagai satu-satunya ukurankeberhasilan program. Sebaliknya, perhatian diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi, terutama masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, danterluar (3T), wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, serta kelompok rentan lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sedang membenahi tata kelola program melaluirefocusing penerima manfaat, optimalisasi dapur yang sudah ada, moratorium pembangunan dapur baru, serta pencarian sumber pendanaan alternatif agar bebanAPBN dapat lebih terkendali. Langkah tersebut diyakini dapat menghasilkanpenghematan yang signifikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan gizi yang diterima masyarakat.Lebih jauh, Nanik menilai bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukanoleh jumlah paket makanan yang dibagikan setiap hari. Yang jauh lebih penting adalahsejauh mana program mampu menurunkan angka stunting, memperbaiki status gizianak, serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan kelompok rentan. Karenaitu, pemerintah memilih untuk mengarahkan sumber daya pada wilayah yang selama inijustru belum banyak tersentuh layanan gizi. Pendekatan tersebut sejalan denganarahan Presiden agar manfaat program dapat lebih dahulu dirasakan oleh masyarakatyang menghadapi kerentanan paling tinggi. Setelah arah kebijakan tersebut dijelaskan oleh Kepala BGN, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari kemudian memberikan gambaran lebih rinci mengenai implementasirefocusing yang sedang disiapkan pemerintah. Menurut Agustina, BGN saat inimelakukan berbagai simulasi untuk memastikan bahwa indikator keberhasilan program dapat dicapai secara lebih efektif dan spesifik. Evaluasi dilakukan terhadap komposisipenerima manfaat agar intervensi gizi benar-benar menyasar kelompok yang memilikikebutuhan paling besar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang menelaah kembalicakupan penerima manfaat yang sebelumnya dirancang sangat luas, sehingga program dapat menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam jangka panjang.Agustina juga menekankan bahwa proses penyesuaian tersebut merupakan bagiannormal dari perencanaan anggaran pemerintah. Dengan mempertimbangkan efektivitasprogram dan kondisi fiskal negara, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiapalokasi anggaran memberikan manfaat yang optimal. Dalam berbagai pembahasananggaran tahun 2027, BGN mengkaji kemungkinan pengurangan penerima manfaatyang dinilai tidak lagi menjadi prioritas utama, sehingga ruang fiskal dapat difokuskankepada kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak mengurangi perhatian terhadap isu gizi, melainkan memperkuat ketepatan sasaran kebijakan.Pandangan tersebut mendapat dukungan dari kalangan pasar dan pelaku ekonomi. Head of Research Kiwoom Sekuritas,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini