Positif Covid-19, Konser Tunggal Indra Lesmana Ditunda

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Konser tunggal Indra Lesmana yang sejatinya digelar pada Jumat 12 Agustus 2022 terpaksa ditunda. Sebab, Indra dinyatakan positif Covid-19.

Kepastian penundaan konser diungkapkan Indra Lesmana di akun Instagram pribadinya.

“Tanggal 9 Agustus malam, saya dinyatakan positif Covid-19 dan dengan sangat menyesal dan kekecewaan yang mendalam, kami memutuskan Indra Lesmana Legacy Concert terpaksa harus ditunda,” tulis Indra.

“Untuk konser di Jakarta sedianya akan diundur ke tanggal 27 Agustus dan untuk rangkaian konser tour di kota lainnya akan segera kami informasikan dalam waktu dekat mengingat diperlukan adanya penyesuaian & persiapan lebih lanjut,” katanya.

Indra meminta maaf atas penundaan konser tersebut, terutama bagi mereka yang sudah membeli tiket.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kondisi perubahan ini & segala ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini saya mencoba untuk fokus pada pemulihan saya dan akan kembali lebih kuat untuk memberi anda konser yang luar biasa yang dapat kita banggakan bersama,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini