Perubahan Wajah Bomin Golden Child di Teaser Foto Album ‘Game Changer’ Jadi Perbincangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penampilan Bomin dalam foto teaser ‘Game Changer’ menjelang comeback album ke-2 Golden Child menjadi perbincangan netizen. Seperti diketahui, penampilan terbaru Bomin yang terlihat lebih kurus juga sempat menimbulkan perdebatan pada akhir Juni lalu.

Pada Rabu 21 Juli 2021, Woollim Entertainment merilis foto individu Jaehyun dan Bomin untuk album bertajuk ‘Game Changer’ yang akan dirilis pada 2 Agustus 2021 mendatang. Dalam foto-foto baru, Bomin dengan dingin menatap lurus ke kamera, menunjukkan karismanya yang meluap-luap.

Bomin Golden Child

Meskipun ia terlihat sangat tampan, beberapa penggemar telah menyatakan kebingungan tentang perubahan fitur wajah sang idola, termasuk hidungnya yang lebih tinggi dan rahang yang lebih tajam.

Banyak dari mereka yang percaya bahwa Bomin telah menjalani diet ketat dan menurunkan berat badan sehingga fiturnya kini lebih terlihat. Namun, tak sedikit pula penggemar yang menduga Bomin telah melakukan beberapa suntikan dan/atau operasi kosmetik.

Beberapa komentar berbunyi, “Aku hampir tidak bisa mengenalinya karena dia terlihat berbeda, tapi dia tetap tampan,” “Mungkin karena dia lebih kurus dan makeup?” “Saya pikir dia mendapat botox tapi apa yang salah dengan itu? Mengapa orang-orang mengkritiknya?” dan banyak lagi.

Diketahui, nama Bomin cukup dikenal di kalangan penggemar K-Pop dan juga K-Drama. Tak hanya punya suara bagus, maknae di grup Golden Child memiliki kemampuan akting.

Pada akhir Juni lalu penggemar menyadari bahwa penampilan Bomin secara keseluruhan tampaknya telah berubah. Choi Bomin sendiri dikenal sebagai visualnya Golden Child.

Cowok yang berperan Seo Ji Ho dalam drama ’18 Again’ ini terlihat lebih kurus dalam potret terbaru. Pipi chubby kini telah hilang.

Gimana nih menurut kamu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini