Permaisuri Camilla Akan Menjadi Ratu Tanpa Mahkota di Penobatan Raja Charles III

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Permaisuri Camilla mungkin tidak akan mengenakan mahkota Ratu Elizabeth II pada penobatan Raja Charles III karena mengandung berlian kontroversial.

India dan negara-negara lain telah mengklaim kepemilikan berlian Koh-i-Noor 105 karat, yang terletak di salib di bagian depan mahkota.

Ketika prospek penobatan Raja Charles dibahas beberapa tahun yang lalu, diketahui bahwa untuk sementara disepakati Camilla akan mengenakan ragalia yang menakjubkan pada upacara tersebut.

Namun menurut sumber kerajaan, ada kegugupan yang signifikan atas rencana ratu permaisuri yang akan bermahkotakan topi baja tahun depan.

Hal tersebut karena sengketa kepemilikan yang sedang berlangsung.

Berlian raksasa dapat dikeluarkan dari mahkotanya sebelum digunakan karena disimpan di dudukan platinum yang dapat dilepas, atau mungkin dijauhi demi mahkota yang lebih sederhana.

Permata Koh-i-Nor merupakan salah satu berlian potong terbesar di dunia. Permata tersebut adalah pemberian Duleep Singh, kaisar terakhir Sinkh untuk Ratu Victoria.

India serta beberapa negara lain di kawasan itu mengklaim kepemilikan mahkota tersebut.

Sumber itu mengatakan “Waktu telah berubah dan Yang Mulia Raja sangat sensitif terhadap masalah ini, seperti juga para penasihatnya. Ada kepekaan politik yang serius dan kegugupan yang signifikan di sekitar mereka, terutama India.”

Mahkota ini memiliki 2.800 berlian dan dibuat untuk mendiang ratu menggunakan permata Circlet Ratu Victoria.

Tidak jelas dari mana berlian itu berasal, tetapi diakuisisi oleh Inggris pada tahun 1849 setelah ditahan di India selama lebih dari 35 tahun.

Pihak berwenang di Idia, Pakistan, Iran, dan Afghanistan semuanya mengklaim kepemilikan Koh-i-Noor dan menuntut pengembaliannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia Tawarkan Upaya Konkret Penanganan Air Dalam WWF ke -10

Rangkaian pertemuan World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 di Nusa Dua, Bali menghasilkan diskusi yang konstruktif dalam rangka...
- Advertisement -

Baca berita yang ini