Perhatian! Nassar Nggak Mau Lagi Dipanggil King

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pedangdut Nassar membuat banyak orang bertanya-tanya usai mengatakan nggak mau lagi dipanggil King. Ada apa ya?

Dalam postingan di akun Instagramnya, Nassar menyebut tak mau lagi dipanggil dengan sebutan King. Dia meminta teman-temannya tak lagi memanggilnya dengan sebutan itu.

“JANGAN PANGGIL AKU KING LAGI!!! Untuk temen-temen aku di mana pun berada, mulai sekarang dan seterusnya…kalian tolong stop panggil aku KING. Oke??? Jangan panggil aku KING lagi,” tulis Nassar.

Postingan Nassar membuat rekannya sesama artis seperti Inul Daratista, Krisdayanti, dan Nia Daniaty penasaran sekaligus bingung.

Ono opo toh?? Do’a aku selalu terbaik buatmu yah.. semangaat,” tulis Inul Daratista.

“Abdi terang kedah nyebutna naon sanes King deui,” tulis Nia Daniaty.

Sementara Krisdayanti hanya menuliskan komentar singkat ‘Hehehe’.

Belum diketahui mengapa Nassar tak mau lagi dipanggil King. Tapi, nama akun Instagramnya masih menggunakan nama @KingNassar88.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini