Perhatian, Ini Penanganan Tepat Bagi Penderita Gejala Sinusitis

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Secara umum, penyebab sinusitis disebabkan infeksi dan pembengkakan sinus atau rongga wajah. Hal ini terjadi karena ada penyumbatan di dalamnya. Beberapa gejala yang dirasakan penderita sinusitis yaitu dimuali dari hidung tersumbat sehingga menyebabkan pernapasan tidak lancar. Ditambah lagi dengan ingus yang berwarna kuning atau kehijauan.

Batuk di pagi atau malam hari disertai nyeri pada bagian wajah juga bisa menjadi tanda gejala sinusitis yang harus diwaspadai.

Maka, dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Hemastia Manuhara mengemukakan penanganan gejala sinusitis yang tepat yakni mulai dari pemberian obat ringan hingga menambah asupan vitamin dan mineral.

“Jika baru merasakan gejala awal, ada baik penanganan awal dengan pemberian obat dekongestan. Sekitar 10 hari sampai gejalanya hilang,” kata Hemastia.

Adapun pemberian obat dekongestan ini berfungsi untuk menangani hidung tersumbat layaknya obat flu dengan kandungan pseudoefedrin. Tidak hanya itu, mengonsumsi paracetamol juga dianjurkan bagi orang yang mengalami gejala awal sinusitis berupa nyeri pada wajah dan sumbatan di hidung.

Vitamin C juga penting bagi penderita dengan gejala awal sinusitis karena bisa menjaga daya tahan tubuh. Kedua kandungan vitamin dan mineral itu bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Selain itu, mencuci hidung dengan rutin juga dinilai bisa menjadi salah satu cara untuk menghilangkan sumbatan-sumbatan yang ada di rongga hidung.

“Ini yang paling penting, setidaknya dilakukan tiga kali satu hari untuk menghilangkan sumbatan-sumbatan yang ada di rongga hidung,” kata Hemastia Manuhara.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini