Perdana! aespa Umumkan Showcase Pertamanya di AS

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru-baru ini aespa mengumumkan rencananya untuk Showcase di LA. Ini akan menjadi showcase pertama di AS bagi aespa.

Melansir dari Soompi, aespa secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan menyapa penggemar mereka secara langsung yang berjudul ‘Synk in LA’. Showcase ini rencananya akan berlangsung pada 26 Juni 2022.

Mereka akan membawakan beberapa lagu hitsnya dan lagu barunya. Kabarnya mereka akan membawakan lagu baru dari mini album mereka yang akan datang dengan tajuk ‘Girls’ yang mana album itu akan rilis pada 8 Juli 2022.

Pekan lalu, aespa meluncurkan lagu B-Sidenya yang berjudul ‘Illusion’ tanpa ada pengumuman. Grup ini juga akan meliris single berbahasa Inggrisnya yang bertajuk ‘Life’s Too Short’ yang mana lagu itu sempat mereka bawakan di Coachella.

Sementara itu, tiket untuk showcase ‘Synk in LA’ akan mulai dijual pada 10 Juni 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini