Perankan Marilyn Monroe, Ana de Armas: Hampir Setahun Buat Melatih Dialek Aksennya 

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Baru-baru ini Ana de Armas dikritik karena aksennya yang tak cocok dengan Marilyn Monroe. Aktris ini pun mengaku memerlukan hampir setahun untuk melatih dialek aksennya.

Mengutip dari Variety, Ana de Armas melakukan wawancara bersama The Times of London. Dalam wawancaranya, Ana de Armas mengaku merasa tersiksa dan kelelahan dalam menghafal aksennya.

“Butuh waktu sembilan bulan untuk melatih dialek, dan berlatih serta beberapa sesi ADR (untuk mendapatkan aksen yang benar). Itu adalah siksaan besar, sangat melelahkan. Otakku sudah digoreng,” katanya.

Sebelumnya, Ana de Armas mengatakan bahwa ia harus mengikuti audisi untuk perankan Marilyn karena telah ditunjuk oleh tim produksi. Tapi aktris ini percaya diri bahwa dia bisa memainkan peran tersebut dan menginginkannya.

“Saya hanya harus mengikuti audisi untuk Marilyn sekali dan Andrew berkata ‘Ini kamu,’ tetapi saya harus mengikuti audisi untuk orang lain,” ujarnya.

“Tapi aku tahu aku bisa melakukannya. Memainkan Marilyn adalah terobosan. Seorang Kuba memerankan Marilyn Monroe. Aku sangat menginginkannya.“

Sementara itu, film ‘Blonde’ ini akan tayang perdana di Netflix pada 23 September 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perbaikan Distribusi BBM di Sumatra Dukung Kelancaran Aktivitas Ekonomi dan Logistik

Oleh: Satria Kusuma )*Perbaikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di berbagai wilayah Sumatra mulai menunjukkan hasil yang semakin positif. Kelancaran penyaluran energi yang terus membaik tidak hanya mempermudahmasyarakat memperoleh BBM, tetapi juga memberikan dampak langsungterhadap aktivitas ekonomi dan logistik yang sangat bergantung pada ketersediaan pasokan energi. Upaya percepatan distribusi yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, sertaberbagai pemangku kepentingan berhasil mengurangi antrean di sejumlahstasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sekaligus menjagakesinambungan pasokan di wilayah yang sebelumnya mengalamikepadatan permintaan.Kondisi yang semakin terkendali terlihat di Sumatra Utara. Distribusi BBM yang sebelumnya menghadapi tantangan kini berlangsung lebih lancarseiring optimalisasi koordinasi antarlembaga dan peningkatan sistemoperasional di lapangan. Normalisasi penyaluran menjadi faktor pentingdalam memastikan mobilitas masyarakat, distribusi barang, hinggakegiatan usaha dapat berjalan tanpa hambatan akibat keterbatasanpasokan energi.Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga, Prabu Revolusi, melakukan Management Walkthrough ke Pertamina Patra Niaga...
- Advertisement -

Baca berita yang ini