Perankan Marilyn Monroe, Ana de Armas: Hampir Setahun Buat Melatih Dialek Aksennya 

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Baru-baru ini Ana de Armas dikritik karena aksennya yang tak cocok dengan Marilyn Monroe. Aktris ini pun mengaku memerlukan hampir setahun untuk melatih dialek aksennya.

Mengutip dari Variety, Ana de Armas melakukan wawancara bersama The Times of London. Dalam wawancaranya, Ana de Armas mengaku merasa tersiksa dan kelelahan dalam menghafal aksennya.

“Butuh waktu sembilan bulan untuk melatih dialek, dan berlatih serta beberapa sesi ADR (untuk mendapatkan aksen yang benar). Itu adalah siksaan besar, sangat melelahkan. Otakku sudah digoreng,” katanya.

Sebelumnya, Ana de Armas mengatakan bahwa ia harus mengikuti audisi untuk perankan Marilyn karena telah ditunjuk oleh tim produksi. Tapi aktris ini percaya diri bahwa dia bisa memainkan peran tersebut dan menginginkannya.

“Saya hanya harus mengikuti audisi untuk Marilyn sekali dan Andrew berkata ‘Ini kamu,’ tetapi saya harus mengikuti audisi untuk orang lain,” ujarnya.

“Tapi aku tahu aku bisa melakukannya. Memainkan Marilyn adalah terobosan. Seorang Kuba memerankan Marilyn Monroe. Aku sangat menginginkannya.“

Sementara itu, film ‘Blonde’ ini akan tayang perdana di Netflix pada 23 September 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini