Penulis ‘Doctor Strange 2’ Konfirmasi Terkait Penampilan Tom Cruise di MCU

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Sebelumnya Tom Cruise sempat jadi perbincangan oleh penggemar Marvel. Kabarnya aktor itu akan berpartisipasi dalam proyek Marvel.

Mengutip dari Rolling Stone, penulis scenario ‘Doctor Strange 2’ Michael Waldron membahas rumor Tom Cruise akan muncul di ‘Doctor Strange 2’ yang mana nyatanya tak ada. Tapi Waldron mengonfirmasi bahwa aktor itu memang melakukan syuting untuk proyek Marvel.

“Ya, itu benar-benar dibuat. Maksudku, tidak ada potongan cuplikan dari Tom Cruise! Tapi aku suka Tom Cruise dan aku berkata pada (Presiden Marvel Studios) Kevin (Feige) pada satu titik yang mana seperti, ‘Bisakah kita dapatkan Iron Man-nya Tom Cruise?’” kata Waldron.

Meski tak memberikan informasi lanjut terkait kemunculannya sebagai Iron Man di proyek film apa. Tapi Waldron mengatakan betapa keren rasanya memiliki Cruise dalam film MCU.

Ia juga menglarifikasi bahwa membawa Cruise ke MCU tengah dipertimbangkan. Namun pada akhirnya tak pernah terjadi karena ‘ketersediaan’.

Jika Marvel Studios benar-benar serius untuk memasukkan aktor tersebut ke MCU, mereka harus menunggu mendapat jadwal Cruise yang kemungkinan tak akan terjadi dalam waktu dekat.

Sebelumnya aktor itu memang dirumorkan tengah syuting sebagai Tony Stark alias Iron Man dari universe lain. Foto aktor yang tengah syuting itu bocor dan tersebar di media sosial sehingga buat gempar para penggemar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini