Penting! Perhatikan 5 Tips Ini Saat Naik MRT Supaya Aman dan Nyaman

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Baru-baru ini publik dibuat geram oleh aksi sejumlah oknum penumpang MRT Jakarta yang tak tertib. Mereka bergelantungan di dalam gerbong, makan lesehan di stasiun hingga menginjak-injak kursi MRT.

Ulah semacam ini tentu saja tak patut dilakukan. Sebagai warga yang baik kita seharusnya bisa menjaga fasilitas umum yang ada. Jangan malah merusak atau mengotori.

Nah, buat kamu yang ingin naik MRT ada beberapa tips nih yang penting untuk diperhatikan demi ketertiban dan kenyamanan bersama. Simak langsung yuk!

Cocokkan Jadwal MRT

Tips pertama, sebelum menjajal naik MRT pastikan dulu jadwal keberangkatan kereta di Stasiun MRT yang akan kamu pilih. Dengan begitu, kamu bisa mencocokkan jam berapa kamu ingin mencoba naik MRT. Jadwal keberangkatan juga bisa kamu lihat di akun media sosial resmi MRT Jakarta.

Jika ingin menghindari kepadatan penumpang, sebaiknya pilih waktu di siang hari. Karena di saat jam-jam pulang dan berangkat kerja, kemungkinan akan lebih padat.

Perhatikan Antrean Penumpang

Ingat, biasakan budaya antre. Apalagi di stasiun MRT sudah dibuat garis antrean penumpang dengan warna mencolok, tepatnya di pinggir peron atau di pintu masuk otomatis menuju ke dalam kereta. Jadi, saat menunggu kereta datang penumpang diharuskan mengantre mengikuti garis penanda warna kuning. Sementara garis hijau diperuntukkan untuk penumpang yang turun terlebih dahulu dari kereta. Jalur ini dimaksudkan agar penumpang turun dan naik tidak saling dorong dan berebutan.

Satu lagi, jangan malas membaca petunjuk yang ada ya. Stasiun MRT sudah dilengkapi dengan fasilitas, fitur dan petunjuk yang komplit. Jadi, jika kamu kebingungan bisa membaca passenger information display atau papan informasi.

Perhatikan Kursi dan Ruang Prioritas

Di dalam kereta ada sejumlah kursi penumpang berwarna biru muda sebagai tempat duduk reguler, dan kursi prioritas yang berwarna biru tua. Kursi prioritas yang terdapat di setiap sudut kereta diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil dan anak-anak. Ada juga sejumlah pegangan tangan di atas kursi yang memiliki warna berbeda-beda.

Pegangan atau hand strap pada ruang dan kursi prioritas tersebut berwarna kuning mencolok dan diposisikan lebih rendah dari hand strap reguler. Jadi kalau kamu bukan lansia, ibu hamil atau anak-anak, duduklah di kursi reguler ya!

Tak Ada Tempat Sampah dan Tempat Penyimpanan Tas

Seperti yang pernah disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar saat konferensi pers MRT Jakara, beberapa waktu lalu bahwa MRT Jakarta tidak menyediakan tempat sampah dan tempat menaruh atau bagasi tas di bagian atas kursi.
William sendiri menegaskan bahwa pihak MRT memiliki alasan tersendiri mengenai hal itu. Soal tak adanya bagasi atau tempat menaruh tas, seperti yang ada di kereta commuter line atau kereta rel listrik (KRL), William mengatakan lantaran rute kereta MRT Jakarta hanya berjarak pendek atau hanya 16 kilometer saja.

Boleh Coba Tapi Jangan Merusak

Jika ingin coba naik MRT ini, pastikan kamu mengikuti aturan yang ada. Jangan makan minum di dalam kereta, jangan buang sampah sembarangan dan jangan merusak fasilitas yang ada, agar semua fasilitas yang sudah dibuat ini tetap bisa terawat dan digunakan dalam waktu yang lama.

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini