Peneliti Sarankan Para Dokter Pakai Obat Kanker Darah Dicampur Coca-Cola untuk Pasien Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini, para ahli kanker yang menggunakan obat kanker darah mendapati fakta bahwa obat yang disebut Calquence bisa dimanfaatkan untuk pengobatan pasien Covid-19.

Dilansir dari Boy Genius Report, Jumat, 12 Juni 2020, Calquence adalah sejenis inhibitor BTK yang dapat memblokir protein BTK untuk memanggil limfosit (Sel B) darah putih yang merupakan bagian dari sistem imun.

Dengan memblokir protein BTK, inhibitor BTK bisa mengurangi respons berlebihan sistem imun dalam membasmi virus Covid-19. Pasalnya, respons berlebihan pada sistem imun dapat menyebabkan terjadinya Badai Sitokin pada tubuh.

Badai Sitokin ini bisa berujung pada kematian pasien Covid-19. Calquence sendiri sebelumnya telah terbukti efektif melawan beberapa versi kanker darah dengan efek samping hanya sedikit. Obat ini juga telah diakui oleh Badan Pangan dan Obat (FDA) Amerika Serikat.

Namun sayang, Calquence punya beberapa kelemahan. Di antaranya, obat ini masih langka dan harganya mahal.

Selain itu, Calquence hanya diproduksi dalam bentuk kasul sehingga menyulitkan para pasien Covid-19 yang kondisinya parah dan menggunakan ventilator.

Untuk mengantisipasi kelemahan tersebut, para peneliti akhirnya menyarankan dokter untuk mencampur bubuk Calquence dengan minuman bersoda Coca-Cola.

Minuman bersoda seperti Coca-Cola diyakini memiliki tingkat keasaman yang pas untuk melarutkan Calquence. Campuran Calquence dan Coca-Cola tersebut kemudian harus diproses lagi di dalam tabung nasogastrik agar bisa dihirup pasien Covid-19 yang parah.

Kabarnya, seorang apoteker di Rumah Sakit Penrose telah berhasil mengubah campuran tersebut menjadi aerosol. Dia mencampurkan Calquence dengan Diet Coke setelah mengocoknya 3 kali terlebih dulu untuk mengurangi karbonasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini