Paksa Tunarungu Bicara, Mensos Risma Dihujat Tretan Muslim

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya dihebohkan dengan aksi Menteri Sosial, Tri Risma Handayani. Baru-baru ini, aksinya viral di sosial media karen memaksa penyandang tunarungu untuk berbicara.

Video Risma memaksa remaja bernama Stefan itu beredar luas di sosial media dan ikut diunggah akun Instagram, @folkative. Dalam video itu, Risma meminta Stefan untuk berusaha bicara meski keterbatasan yang ia milikki.

“Tapi Stefan, kamu tahu Tuhan itu memberikan mulut, telinga dan mata, jadi orang yang pakai alat bantu dengar, tidak mesti dia bisu,” kata Risma.

Risma juga mengatakan bahwa keterbatasan itu adalah pemberian dari Tuhan. Namun, alangkah baiknya jika dipergunakan sebaik mungkin.

Risma pun terang-terangan mengatakan dirinya memaksa para tuna rungu termasuk Stefan untuk bisa bicara.

“Saya paksa memang (bicara), agar kita bisa memaksimalkan pemberian dari Tuhan,” kata Risma.

Alhasil, kejadian itu mengundang kecaman para warganet. Termasuk YouTuber, Tretan Muslim yang memberi komentar pedas.

“Coki smile behind the IIIIIIIIIII,” tulis Muslim di kolom komentar.

Tak hanya Muslim, beberapa artis lainnya seperti Sheryl Sheinafia dan Babe Cabita juga memberi cibiran.

“Dangkal.”

“Hmm.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini