Orang Indonesia yang Tinggal di Amerika Serikat Nggak Kenal D’Masiv

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – D’Masiv baru saja merampungkan tur di Amerika Serikat. Beda dengan di Indonesia, D’Masiv sama sekali tak dikenal di Negeri Paman Sam, bahkan oleh orang Indonesia sekali pun.

D’Masiv menggelar tur di Amerika Serikat pada 17 Agustus 2022. Di sana, mereka tampil di enam kota, yakni Los Angeles, San Fransisco, Washington DC, San Bernardino, Philadelphia dan New York.

D’Masiv mendapatkan pengalaman baru konser di Amerika Serikat. Salah satunya adalah, tak ada yang mengenali mereka, termasuk orang asli Indonesia yang tinggal di sana.

“Banyak orang Indonesia di sana nggak tahu D’Masiv, karena sudah tinggal 20 sampai 30 tahun di sana. Sempat ada beberapa kali kami dikira home band, karena mereka nggak tahu D’Masiv siapa,” ujar sang vokalis, Rian.

Rian tak mempermasalahkan hal tersebut. Dia mengakui D’Masiv belum punya nama besar di kancah internasional dibandingkan musisi-musisi lainnya.

“Ya kami memang bukan siapa-siapa di sana, jadi kami harus menurunkan ego kami, nggak bisa di treat seperti di sini yang ada kru. Itu seru banget. Kami kayak napak tilas, apa yang dulu dilakukan di Indonesia, itu dilakukan lagi di negara orang,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini