Olahraga Renang saat Hujan Bisa Menyebabkan Sakit, Mitos atau Fakta?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berolahraga menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh. Salah satunya dengan olahraga renang.

Selain karena seluruh anggota tubuh yang ikut gerak, berenang bisa memperkuat otot jantung dan paru-paru. Namun, bagaimana jika dalam kondisi cuaca hujan?

Hujan sebenarnya tidak membuat sakit, justru yang mempengaruhinya adalah sistem kekebalan tubuh yang ada pada dalam diri. Setiap manusia memiliki keadaan sistem kekebalan tubuh yang bebeda-beda.

Berenang termasuk salah satu dari olahraga yang paling banyak digemari. Baik dari kalangan anak kecil hingga orang dewasa dan bisa dilakukan di indoor atau outdoor, dan laut dengan gelombang yang tenang. Namun berbeda halnya ketika dilakukan saat kondisi cuaca buruk.

Terdapat pendapat bahwa seseorang akan mengalami masuk angin jika berenang saat hujan. Pendapat ini cukup banyak didengar di lingkungan masyarakat, apalagi jika untuk anak kecil yang kemudian ibunya menyuruh untuk berhenti berenang ketika hujan datang.

Pendapat tersebut ternyata dinyatakan hanya 50 persen benar. Mengapa demikian? Ketika suhu dalam tubuh menurun, sistem kekebalan dalam diri pun ikut melemah. Virus dan bakteri senantiasa tampak lebih kuat menguasai ketika sistem kekebalan tubuh sedang dalam keadaan lemah.

Nah, saat seseorang mandi dan membersihkan seluruh tubuh dari bakteri yang masuk, hal tersebut justru membuat kita tidak mudah jatuh sakit. Namun, tetap saja jika berada di bawah derasnya air hujan selama berjam-jam, maka besar kemungkinannya bisa sakit. Karena virus dan bakteri juga berada di tubuh lebih lama.

Namun, dalam keadaan hujan, petir bisa saja datang tanpa bisa diprediksi. Seperti yang dikatakan National Lighting Safety Institute, perilaku petir itu acak. Sulit untuk mengetahui kapan petir akan terjadi.

Langkah utamanya yaitu dengan berada di dalam ruangan saat dalam kondisi cuaca buruk. Jika memaksakan untuk tetap berenang dilingkungan terbuka, banyak risiko yang harus diterimanya.

Terlebih lagi, sambaran petir bisa menempuh jarak yang lebih dekat dengan aktivitas manusia. Jangan karena belum bergemuruh yang dahsyat, Anda merasa tenang saja. Sebaiknya, hindari ruang terbuka agar tubuh pun tetap dalam kondisi baik.

Berenang di air dingin dengan kondisi hujan yang dingin, apalagi seluruh tubuh juga ikut terendam, dimana tetesan air hujan terus mengalir ke kepala membuat siapa saja bisa mengalami hipotermia.

Keadaan tersebut terjadi ketika seseorang tidak bisa lagi mengontrol suhu tubuhnya. Mengutip dari Health line, seseorang yang terkena hujan atau pun angin kencang memungkinkan kehilangan lebih banyak suhu panas tubuh daripada yang seharusnya.

Jadi, semuanya kembali lagi pada diri sendiri. Tetapi ketika cuaca cerah dan mendukung alangkah lebih baiknya dan sangat efektif untuk berenang. Hal itu tentu berlaku agar tidak sakit setelahnya dan mengurangi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Termasuk bagi yang rentan terhadap kondisi dingin.

Reporter : Irania Zulia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini