Novel Shadow and Bones Diadaptasi Netflix, Kenalan Yuk dengan Dua Pemain Utamanya!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Netflix resmi menggarap serial baru yang juga diadaptasi dari novel fantasi terkenal, ‘Shadow and Bones’. Ini bukan pertama kali Netflix menggarap cerita yang diadaptasi dari novel-novel best-seller.

Namun, kali ini menjadi giliran cerita fantasi yang gelap dan penuh misteri serta kekuatan-kekuatan dunia magis yang fantastis! ‘Shadow and Bone’ diadaptasi dari buku pertama Trilogi Grisha yang ditulis oleh Leigh Bardugo.

Menceritakan tentang Alina Starkov, seorang tentara muda yang menemukan dirinya memiliki kekuatan super yang dapat menyatukan keadaan negaranya yang sedang kacau. Namun, manipulasi politik dan kekuatan magis lainnya akan mengancam Alina.

Serial ini juga akan memfokuskan semua buku menjadi satu cerita. Hal ini dijelaskan oleh salah satu pemeran utama di Shadow and Bones, Ben Barnes saat diwawancara oleh Collider.

“Alasan kita menggabungkan semua buku dalam satu serial karena saya rasa Shadow and Bone membawa genre Young-Adult, dan lebih menjadi serial fantasi yang tidak begitu rumit. Ini seperti mencampurkan kedua cerita ‘Harry Potter’ dengan Anna Karenina,” katanya.

“Namun, di buku selanjutnya, lebih menjelaskan tentang tahta dan kekuasaan, lebih seperti cerita-cerita dalam ‘Peaky Blindersdan ‘Ocean’s 11’. Sehingga inti ceritanya ada di tengah-tengah ke empat cerita tersebut sehingga itu yang membuat serial ini akan menjadi lebih seru.” Ucapnya.

Casting pemain pun sudah dilakukan. Jessie Mei Li akan memainkan Alina Starkov, protagonis utama di dalam cerita ini. Jessie sendiri adalah artis pendatang baru.

Sebelumnya ia berperan sebagai Lara Chung dalam film Last Night in Soho. Ia adalah seorang aktris berkebangsaan Inggris berumur 24 Tahun.

Serial ini akan menjadi peran yang besar untuk seorang pendatang baru seperti Jessie.

Pada saat buku ini diterbitkan tahun 2012 dilansir dari Buzzfeed, sudah banyak pembaca di Tumblr yang membuat fancast Ben Barnes (Prince Caspian; Narnia) sebagai The Darkling.

Dan fancast tersebut menjadi hal yang nyata, dikarenakan Ben mendapatkan perannya setelah mengikuti casting. Kepada Collider saat di interview melalui telephone, Ben Mengaku sudah membaca semua buku untuk memahami karakternya sebelum melakukan casting.

Ben juga menjelaskan bahwa karakternya sebagai The Darkling akan menjadi karakter yang paling menantangnya. Karena The Darkling sendiri adalah seorang Jenderal Militer dengan karakter yang tua dan berdedikasi. Berbeda dengan peran-peran Barnes lainnya.

Keduanya, Jessie dan Ben sudah berada di industri film dalam jangka waktu yang berbeda, namun mereka dianggap akan mendobrak kualitas serial ini dan membuat serial ini melejit ke seluruh dunia dalam garapan Netflix.

Reporter: Cindy Aulia Silnikaffa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini