Niat Mau Bantu, Aktor Jang Dong Ju Malah Dituduh Minta Uang Kesepakatan ke Pelaku Tabrak Lari

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Aktor Jang Dong Ju mengungkapkan dia baru-baru ini menyaksikan insiden tabrak lari dan membantu menangkap pelakunya. Namun, ia mengungkapkan bahwa pelaku justru menuduhnya meminta uang kesepakatan.

Pada Sabtu 14 Agustus 2021, Jang Dong Ju mengunggah video kamera dasbor dari mobilnya ke Instagram. Video menunjukkan dia mengejar seorang pengemudi tabrak lari yang berusaha melarikan diri dan polisi datang ke tempat kejadian.

Menyertai postingan tersebut, dirinya pun bercerita tentang kronologi insiden tersebut. Berikut pernyataannya:

Beberapa jam yang lalu, saya melihat mobil asing menabrak sepeda motor dan kabur begitu saja. Tapi sepeda motor itu kebetulan salah satu dari restoran Cina yang sering saya kunjungi. Saya memikirkan pemilik restoran Cina yang akan mengatakan dengan nada khawatir bahwa jumlah pelanggan berkurang karena COVID-19. Oh, omong-omong, mereka memberi saya banyak pangsit goreng gratis.

Saya bukan rasul keadilan, tetapi saya mengikutinya. Setelah saya menyuruhnya berhenti, saya dengan sopan menyuruhnya kembali dan menyelesaikan kecelakaan itu karena sepeda motor itu dari restoran Cina yang saya kenal dengan baik. Dia bilang oke, dan saya membalikkan mobil saya. Namun, dia melarikan diri lagi.

Aku mengejarnya melintasi persimpangan Dosan lagi dan membuatnya menghentikan mobilnya. Pria yang membuka pintu mobil dan turun sangat berbau alkohol. Saya bertanya kepadanya bagaimana dia bisa pergi begitu saja, tetapi yang dia lakukan hanyalah menawarkan saya kartu namanya dan uang untuk menyelesaikan situasi.

Saya merasa dipermalukan.

Saya bekerja cukup keras untuk pemotretan yang harus saya datangi segera, tetapi apakah diri saya yang basah kuyup terlihat seburuk itu? Apakah saya terlihat seperti saya membutuhkan uang? Mengapa Anda bertanya tentang pekerjaan saya? Anda adalah COO (Chief Operating Officer) dari sebuah agensi hiburan. Pola pikir seperti apa yang Anda miliki yang membuat Anda berpikir tidak apa-apa untuk mencapai kesepakatan dengan saya daripada restoran Cina? Berapa banyak uang yang Anda miliki?

Maafkan saya. Sejujurnya, agak sulit untuk memenuhi kebutuhan, tetapi saya tidak membutuhkan uang sebanyak itu. Saya sangat tersinggung dengan sikap Anda yang tidak tahu malu dan cara Anda menyilangkan tangan dan mengatakan bahwa alasan saya mengejar Anda adalah untuk memeras uang.

Aku terus menyuruhmu untuk kembali dan memperbaiki kecelakaan itu, tapi kau terus memintaku untuk mencapai kesepakatan denganmu. Saya mengatakan bahwa saya tidak membutuhkan uang penyelesaian, jadi Anda mengatakan bahwa kita harus melakukannya sesuai dengan hukum, dan itulah mengapa saya melakukannya dengan cara itu. Anda bisa saja mengakhirinya sebagai tabrak lari, tetapi karena tes ketenangan polisi, Anda menjadi pengemudi tabrak lari yang mabuk. Sangat disayangkan. Aku tidak tahu kamu mabuk.

Saya telah menulis laporan saya, jadi saya akan bekerja sama dengan penyelidikan.

P.S. Terima kasih atas kartu nama Anda. Saya dapat memberitahu Anda memasukkan banyak uang ke dalamnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini