Natalie Portman Harus Latihan Fisik Selama 10 Tahun Sebelum dan Selama Syuting Film ‘Thor: Love and Thunder’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Natalie Portman kembali muncul di Marvel Cinematic Universe (MCU) dalam film ‘Thor: Love and Thunder’. Namun kali ini ia tak kembali hanya sebagai Jane Foster yang merupakan astrofisikawan brilian dan mantan pacar Thor, tapi sebagai Mighty Thor.

Akhir-akhir ini, Natalie mengungkapkan terkait proses pembuatan filmnya. Ia mengaku tinggi badannya jadi naik sembilan inchi karena peran barunya di MCU ini.

Melansir dari Variety, ia jadi masuk dalam daftar pahlawan Marvel Studios. Ia harus berlatih dengan seorang pelatih fisik selama 10 tahun sebelum dan selama syuting untuk membangun massa ototnya.

“Aku benar-benar jadi (punya badan) sebesar (ini) yang pernah aku alami. Kalian menyadari, ‘Oh, ini pasti sangat berbeda, berjalan di dunia seperti ini,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sebagai seorang wanita dengan tinggi 5 kaki 3 inchi yang tak tahu akan berperan lagi sebagai karakter yang setinggi 6 kaki. Tapi ia mengakui dirinya sangat senang bahwa orang-orang melihat badannya yang besar.

“Sebagai seorang wanita setinggi 5 kaki 3 inchi. Aku tidak tahu bahwa aku akan berperan lagi sebagai karakter setinggi 6 kaki. Aku sangat senang orang-orang melihatku (punya badan tinggi) besar,” ujarnya.

Pengalaman jadi superhero Marvel juga memberi Portman perspektif baru soal yang harus dilakukan oleh Chris Hemsworth selama lebih dari satu dekade untuk mempertahankan fisik ‘Asgardian’nya.

“Ini gaya hidup yang cukup intens dan cukup disiplin untuk mendapatkan penampilan itu. Chris (telah) bekerja sangat, sangat keras,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PP Tunas Buka Era Baru Perlindungan Anak Digital

Oleh: Damar Alamsyah )*Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalamPelindungan Anak atau PP Tunas sebagai tonggak penting dalammemperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan PP Tunas menandai perubahan pendekatan negara yang semakin adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi, sekaligusmenegaskan komitmen dalam menjaga generasi muda dari berbagairisiko di dunia maya.Regulasi PP Tunas hadir sebagai jawaban atas meningkatnya intensitaspenggunaan platform digital oleh anak dan remaja. Pemerintahmemandang ruang digital tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkantelah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memerlukanpengaturan serius. Kebijakan negara melalui PP Tunas dirancang untukmemastikan ekosistem digital berjalan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kawiyan, menilai bahwakeberhasilan implementasi PP Tunas sangat ditentukan oleh kepatuhanplatform digital. Pandangan Kawiyan menegaskan bahwa seluruhketentuan dalam regulasi tersebut harus dijalankan secara konsisten oleh penyelenggara sistem elektronik agar perlindungan anak dapat terwujudsecara optimal.Kepatuhan platform digital mencakup berbagai aspek penting dalampengelolaan layanan. Kewajiban dalam PP Tunas meliputi klasifikasi usiapengguna, penentuan tingkat risiko layanan, serta pembatasan aksesberdasarkan usia sebagai instrumen perlindungan utama. Tanggungjawab platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini