Nagita Slavina Kehilangan Koper saat Berada di Amerika Serikat

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK – Nagita Slavina kehilangan koper saat berada di Amerika Serikat. Dia baru sadar koper yang berisikan berbagai macam makanan itu hilang di hotel.

Nagita, Raffi Ahmad, Rafathar dan Rayyanza sedang berada di New York, Amerika Serikat untuk menghadiri New York Fsahion Week. Mereka juga membawa serta beberapa asistennya, seperti Merry, Lala, Sans, dan Kholik.

Pengasuh Rafathar, Lala, memberitahu Nagita bahwa salah satu kopernya hilang. “Kopernya hilang,” kata Nagita, di channel YouTube Rans Entertainment.

Nagita memberitahu apa saja isi koper yang hilang tersebut. Rupanya, isinya adalah beragam makanan untuk anak-anak.

“Ada sambel, makanan adik, bubur adik, camilan aa. Nih gimana, udah ah, enggak tau ah males, pusing,” ujarnya.

Nagita meminta Lala mencari koper tersebut di bandara karena koper tersebut atas nama Lala. Lala akhirnya pergi ke bandara dan berhasil menemukan koper yang hilang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini