Minuman Khas yang Sering Muncul di Drama Korea, Penasaran?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Korea Selatan memiliki berbagai pesona untuk dinikmati, seperti alam, budaya, drama, musik, makanan, hingga minuman. Mengenai kuliner, hampir semua makanan Korea memiliki rasa yang enak sehingga cocok dengan lidah orang di berbagai belahan dunia.

Pun dengan minumannya. Selain Ginseng, Korea Selatan juga memiliki beragam macam minuman yang membuat kita ingin mencobanya. Bukan hanya itu, penyajiannya pun cukup mencuri perhatian, bahkan hingga cara meminumnya.

Minuman dalam scene drama korea sering kali muncul untuk memikat penonton, entah dari yang memiliki brand hingga yang tradisional. Minuman ini muncul di saat sedang adegan dialog yang asik dari hal yang ringan hingga menjadi pajangan saja.

Korea Selatan sendiri memiliki berbagai jenis minuman dari yang herbal sampai beralkohol. Nah, bagi kalian yang penasaran, berikut minuman khas korea yang sering masuk dalam scene:

  1. Banana Milk

Terbuat dari susu pisang yang memiliki aroma sedap, lembut, dan rasa yang manis. Banana milk sangat popular di Korea, baik dari kalangan anak-anak maupun dewasa. Belakangan varian rasanya mulai berkembang, banana light, strawberry, juga melon.

Bentuknya yang lucu, dijamin membuat kalian penasaran. Jangan khwatir, tak perlu jauh-jauh terbang ke Korea Selatan untuk menikmatinya, karena banana milk juga sudah tersedia di Indonesia!

  1. Iced Americano

Iced Americano menjadi pilihan cepat dalam pemesanan di coffee shop di Korea, selain rendahnya kalori, terdapat point penting juga loh, yaitu di mana Korea menjadi negara yang tepat waktu!

Pembuatan iced Americano yang cepat ini memberikan point penting untuk warga Korea yang memiliki waktu singkat tetapi dapat menikmati kopi. Dalam drama Korea sendiri, scene iced Americano sudah sering masuk dalam dialog.

  1. Shikhye

Shikhye merupakan minuman tradisional khas Korea yang terbuat dari campuran beras manis yang alami. Shikhye biasanya dinikmati saat sedang berada di pemandian umum atau sauna khas Korea dengan sebutan jimjilbang. Minuman ini sangat nikmat bila diminum dalam keadaan dingin, setelah berendam di air panas.

  1. Makgeolli

Makgeolli merupakan minuman legendaris kegemaran warga Korea Selatan yang terbuat dari fermasi beras atau semacam rice wine. Meskipun beralkohol, kadar kandungan alkohol dalam makgeolli tergolong rendah yaitu sekitar 6% sampai 8% saja.

Penyajian makgeoli yakni diminum dalam mangkok kecil. Makgeolli ini memiliki warna putih seperti susu.

  1. Soju

Penggemar drama Korea pasti tak asing dengan minuman soju, memang minuman ini memiliki favorit sendiri, soju merupakan minuman beralkohol yang memiliki kadar alkohol sebanyak 13% sampai 17%.

Soju tergolong minuman beralkohol yang pahit dan sangat nikmat apabila ditemani oleh camilan cumi-cumi kering atau daging panggang. Pada scene di drama Korea, soju menjadi pilihan atau menjadi pelarian bagi pemerannya kala mengalami kesulitan atau kesedihan dalam hidup.

Reporter: Eka Budiarti

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini