Metal dan Setan Jadi Unggulan Serial Stranger Things Season 4

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah satu adegan di serial Stranger Things season 4 yang tayang di Netflix menampilkan sosok Eddie Munson. Sosok ini menjadi viral karena ia adalah pemain gitar yang memainkan lagu-lagu metal. Salah satunya saat ia melindungi kawannya dari serbuan monster dengan gitar BC Rich sambil memainkan lagu Metallica, Master of Puppets. 

 

Adegan di season 4 kali ini sebagai serial dengan unsur paling metal dan momennya bukan ini saja. Memang semuanya fiksi. Baik dunia atau dimensinya. Menceritakan tentang anak-anak yang punya kekuatan super dengan situasi serealistis mungkin.

Musik metal tahun 80 an mendominasi season 4 serial Stranger Things. Karakter Eddie Munson sebagai gitaris kabarnya mirip dengan Eddie the Head, maskot band asal Inggris, Iron Maiden.

Eddie Munson baru muncul pada season 4 Stranger Things, dan dia sekarnag sudah menjadi favorit penggemar serial ini. Di serial ini, Eddie Munson adalah seorang master permainan dan pemimpin sebuah klub remaja Hellfire Club. Masyarakat menilai Eddie Munson sebagai orang aneh karena ia punya kekuatan super.

Di serial ini, Eddie menjadi buronan gara-gara seorang pemandu sorak yang cantik Chrissy Cunningham, terbunuh oleh monster di rumahnya. Akibarnya petugas hukum mengejar dan ingin menangkap dia. Tak hanya itu, pacar Chrissy bernama Jason juga ingin membalas dendam atas kematian pacarnya. Jason yakin kalau Eddie Munson adalah penganut sekte sesat.

Karakter Eddie kabarnya terpengaruh dari peristiwa nyata yang menggemparkan AS di akhir tahun 1980-an hingga awal 1990-an. Karakter yang perannya oleh aktor Inggris Joseph Quinn itu secara spesifik berdasarkan pada pengalaman Damien Echols, yang menjadi tertuduh sebagai pembunuh dan penganut aliran sesat. Damien kemudian bebas karena ia memang bukan pembunuhnya.

Damien seorang remaja yang sering bergaya gothic dan sangat menyukai musik metal.

Musik Setan

Penulis cerita dalam serial Stranger Things, Matt dan Ross Duffers terinspirasi era Satanic Panic yang pernah terjadi pada tahun 1980 an. Saat itu band metal terkenal Judas Priest dan Ozzy Osbourne sedang mendapat tuduhan karena membuat lagu yang mengajak fansnya bunuh diri. Tak hanya itu, lagu terkenal dari Led Zeppelin, Stairway to Heaven juga mendapat tudingan karena mengandung kata Master Satan atau My Sweet Satan.

Robert Plant, penulis lirik lagu ini kepada majalan Rolling Stones mengaku bingung dengan tudingan itu. ”Siapa yang akan kepikiran hal kayak gitu?” kata Robert Plant tergelak. Ia justru menulis lirik ini berdasarkan ajaran Kristen yang dianutnya.

Paul Crouch penyiar program Trinity Broadcasting Network adalah orang pertama yang menuding lirik setan di lagu tersebut. Erik Davis adalah salah satu penulis yang merekam klaim tersebut. Dalam Led Zeppelin’s Led Zeppelin IV (2005), Davis menulis bahwa Crouch menggunakan teknik memutar lagu secara terbalik (backmasking) sehingga pesan tersembunyi itu bisa terdengar.

Crouch mengklaim bagian lirik

“if there’s a bustle in your hedgerow, don’t be alarmed now…” akan terdengar menjadi “here’s to my sweet Satan” (ini untuk Setan manisku) … “there was a little tool shed where he made us suffer, sad Satan” (ada gudang tempat ia menyiksaku, Setan yang sedih).

Kanal YouTube memuat banyak konten mengenai isu ini. Reaksi sebagian orang yang mempercayainya jauh lebih sedikit ketimbang yang membuatnya bahan tertawaan, atau minimal menganggapnya sebagai teori konspirasi yang keterlaluan.

Isu “Satanisme” yang berkembang sejak 1960-an hingga 1970-an masih menjadi  ancaman nyata bagi sebagian masyarakat konservatif di Amerika Serikat.

Penulis: Deandra Alika Hefandia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini