Merinding! Ranty Maria Mengaku Sering Mimpi Ketindihan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Aktris cantik blasteran, Ranty Maria baru-baru ini membagikan pengalaman horornya. Ranty mengaku sering mimpi ketindihan, menurutnya hal ini tidak hanya satu dua kali di alami namun sudah terlalu sering.

Cerita horor yang selama ini tersembunyi mulai terkuak Tak sekadar mengaku, Ranty bahkan juga sempat menceritakan detail pengalamannya yang mengerikan dan bisa bikin merinding.

Pengakuan cerita horor yang dialaminya ini dibagikan melalui vlog terbarunya di Channel Youtube SRAH Official. Saat menceritakan kejadian janggal ini, Ranty rupanya tak sendiri.

Pengalaman horornya ini juga terjadi pada kedua sahabatnya yakni Hana Saraswati dan Sarah Keihl. Di antara ketiga sahabat itu, pengalaman horor Ranty jadi salah satu yang cukup jadi sorotan hingga membuat bulu kuduk berdiri.

Sangking seringnya ketindihan, Ranty bahkan sudah paham ciri-ciri dan kapan dirinya akan mengalami kejadian horor tersebut.

“Jadi kalau sebelum tidur gue nggak mandi dulu, gue merasa badan kotor gitu, gue pasti ketindihan. Terus kalau gue kecapeannya juga udah parah banget, pasti ketindihan juga,” ujar Ranty Maria.

Berdasarkan ceritanya, Ranty menyebut bahwa saat ketindihan badannya terasa berat dan sulit sekali digerakkan.

“Gue pernah ketindihan pas sebelah gue ada orang. Jadi gue mau memegang dia tuh kaya berat banget nggak bisa gerak, gak bisa nyentuh, gak bisa manggil. Dan waktu gue selesai (ketindihan) bangun sendiri, gue tanya, ‘kok aku teriak-teriak nggak denger?’ ke adik gue. ‘Mana ada teriak-teriak’ padahal waktu itu adik gue main handphone,” cerita Ranty.

Rupanya pengalaman mistis ini tidak hanya di alami oleh Ranty seorang namun sang kekasih Ryan Wijaya juga sempat mengalami hal yang sama saat sang pacar hendak pulang dari rumah Ranty.

“Jadi dia (Rayn) udah mau pulang dari rumah gue. Kita abis nonton tengah malem. Pas di sebelah mobil dia lambai-lambai, terus bikin simbol-simbol yang ada di film FINAL DESTINATION itu, diketawain. Pas kita masuk ke rumah, mobilnya mundur, bumpernya (mobil) jatuh yang belakang. Dia ketawa tapi kebingungan, akhirnya nginep karena dia takut,” papar Ranty

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini