Merendahkan Taylor Swift, Damon Albarn Minta Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Vokalis ‘Blur’, Damon Albarn akhirnya meminta maaf atas komentarnya kepada Taylor Swift. Dia mengaku tak bermaksud merendahkan pelantun ‘Shake it Off’ itu.

Dalam sebuah wawancara dengan Los Angeles Times, Albarn menyebut Swift tak pernah menulis sendiri lagu-lagunya.

Dalam wawancara tersebut, Albarn tetap mencemooh kenyataan bahwa Swift tetap ikut serta dalam menulis lagu-lagunya atau disebut co-writing.

“Itu tidak masuk hitungan (co-writing). Saya tahu apa itu co-writing. Menulis bersama sangat berbeda dengan menulis. Saya tidak membenci siapa pun. Saya hanya mengatakan ada perbedaan besar antara penulis lagi dan penulis yang ikut menulis lagu. Bukan berarti hasilnya tidak bagus,” katanya.

“Penulis lagu yang sangat menarik adalah Billie Eilish dan saudaranya. Saya lebih tertarik kepada mereka daripada Taylor Swift,” ucapnya.

Swift bereaksi keras atas tudingan tersebut. Albarn akhirnya meminta maaf dan mengaku tak bermaksud mendiskreditkan penyanyi kelahiran 13 Desember 1989 itu.

“Saya sangat setuju kepada Anda (Swift). Saat itu saya bicara soal penulisan lagu dan sangat disayangkan hasilnya menjadi clickbait,” kata Albarn, dikutip dari Variety, Selasa 25 Januari 2022.

“Saya meminta maaf karena ucapan tak pantas itu dan tanpa syarat. Hal terakhir yang ingin saya lakukan adalah mendiskreditkan lagu tulisan Anda. Saya harap Anda memahaminya,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini