Memasuki Akhir Pekan, Inilah 5 Glamping Seru untuk Liburan di Bogor

Baca Juga

MATA INDONESIA, BOGOR-Waktu akhir pekan banyak dihabiskan dengan liburan ke tempat-tempat terbaik dan juga memiliki suasana yang berbeda dari keseharian. Menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan ke tempat wisata rupanya sudah sering dilakukan oleh sebagian orang.

Tetapi, zaman sekarang banyak tempat wisata yang menawarkan glamping sebagai penginapan yang cocok untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga atau kerabat dekat.

Glamping merupakan tempat penginapan yang menawarkan pengunjungnya sensasi tidur di dalam tenda dengan fasilitas ala hotel, beberapa diantaranya memiliki fasilitas setara dengan resort. Di Bogor banyak sekali glamping yang cocok dikunjungi saat akhir pekan maupun libur panjang.

Berikut 5 glamping yang seru untuk menghabiskan akhir pekan :

1. Herman Lantang Camp
Tempat ini merupakan salah satu glamping yang berada di Curug Nangka, Sukajadi, Tamansari, kabupaten Bogor. Penginapan ini menawarkan memory foam bed yang super nyaman selain itu ada empat jenis tenda yang bisa dipilih sesuai dengan kapasitas pengunjung.

Yang menarik, di area sekitar glamping ini terdapat kebun hidroponik yang bisa dijadikan sebagai tempat edukasi anak-anak. Disini, anak-anak dapat mengeksplorasi alam disekitarnya. Galmping ini dibandrol dengan harga Rp675.000 permalamnya.

2. The Carpenter Outdoor
Glamping satu ini memiliki suasana camping yang menyenangkan. Penginapan yang berlokasi di jalan Tegalluhur, Karang tengah, Kecamatan babakan Madang, kabupaten Bogor ini berada di tengah hutan sehingga dapat merasakan camping sesungguhnya dengan fasilitas yang lengkap.

Pada Glamping ini, pengunjung dapat menikmati api unggun dan BBQ bersama keluarga atau teman-teman serta fasilitas lain seperti kegiatan trekking bersama pemandu. Untuk menginap di The Carpenter Outdoor pengunjung hanya mengeluarkan budget sebesar Rp450.000 permalamnya.

3. Gunung Geulis Campsite- SoulCamp
SoulCamp ini menawarkan paket outbound dan bisa menjadi tempat gathering yang menarik bersama keluarga, kerabat dan teman-teman. Selain itu, tempat ini juga menyediakan berbagai aktivitas untuk anak-anak dan orang dewasa seperti Paintball, Paragliding dan Karaoke.

SoulCamp ini berlokasi di Jalan Raya Pasir Angin, Pandansari, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Fasilitas yang disediakan berupa private bathroom, wooden deck dan 4 single bed. Harga untuk satu hari menginap di SoulCamp yakni Rp550.000

4. Pondok Ramasala
Pondok Ramasala merupakan tempat camping terbaik dengan fasilitas kamar yang dapat ditempati oleh 4-10 orang. Dengan fasilitas yang luas ini, cocok untuk berlibur bersama teman-teman dan keluarga besar. Disini juga tersedia aula yang luas untuk kumpul-kumpul.

Pondok Ramasala berlokasi di Kawasan Wisata Gunung Salak Endah Bogor. Di penginapan ini juga terdapat jalur trekking dengan suasana alam yang asri dan bisa digunakan untuk bersantai. Fasilitas di Pondok Ramsala ini terdiri dari Shower with hot water, bonfire, mineral water, free breakfast. Harga untuk satu hari menginap sekitar Rp2.050.000

5. The Forest Cisarua
Tenda penginapan di The Forest Cisarua ini memiliki warna yang berbeda-beda dan terang, mesi demikian glamping ini terlihat sangat instagramable. Penginapan ini menyediakan fasilitas tenda 4-6 orang dan sudah include tempat bermain anak serta kolam renang.

The Forest Cisarua ini berlokasi di Desa Cidokom Nomor 65, Lembah Nyiur, Puncak, Kabupaten Bogor. Terdapat pilihan tenda unik di tempat ini namanya Indian Glamping Suite dengan kapasitas 6 orang. Fasilitas yang ditawarkan glamping ini terdiri dari Sharing bathroom, coffee and tea maker. Harga glamping ini satu malamnya sekitar Rp1.000.000

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini