Melangsungkan Pernikahan dengan Eva Celia di Gereja, Demas Narawangsa di Isukan Pindah Agama?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Eva Celia rsmi melepas status lajang nya dengan seorang kekasih, Demas Narswangsa pada Jumat (3/6/22) lalu. Keduanya melangsungkan pernikahan di Gereja Katerdral, Jakarta Pusat.

Prosesi pemberkatan tersebut menjadi ramai di perbincangkan publik. Pasalnya, Demas Narswangsa merupakan seorang muslim. Akibatnya, banyak yang mencibir dan menduga Ia pindah agama demi menikahi putri dari Shopia Latjuba tersebut.

Akan tetapi, hingga Sabtu (4/6/22) sore, Demas Narawangsa belum membagikan momen pernikahannya di Instagram. Unggahan terakhir Demas pada 7 Mei 2022 adalah potret sepatunya dan sepatu Eva Celia dengan caption simbol ceklis.

Berbeda dengan Eva yang telah membagikan moment bahagianya tersebut di hari pernikahannya melalui akun instagramnya.

Ternyata, Demas sebelumnya memeluk agama Islam dan kini mengikuti Eva menganut keyakinan Katolik. Banyak yang menyerbu akun milik Demas dan menyayangkan pilihannya untuk pindah agama.

Namun, di sisi lain, Demas Narawangsa juga ramai dibela. Pernikahan Maudy Ayunda dengan Jesse Choi yang memutuskan masuk Islam pun ikut disinggung.

Seolah tak memusingkan tanggapan netizen mengenai dirinya, baru-baru ini Demas Narawangsa mengunggah beberapa potret pernikahannya dengan Eva Celia.

“Ini tentang waktu,” tulis Demas Narawangsa sebagai keterangan unggahannya.

Reporter : Adinda Catelina Fadjrin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Percepat Penguatan Ketahanan Pangan Papua Demi Kesejahteraan dan Masa Depan Masyarakat

Oleh: Yulianus Wenda*Pemerintah terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan pangandi Tanah Papua sebagai bagian dari strategi besar mewujudkan pemerataanpembangunan nasional. Langkah ini menjadi bukti bahwa Papua ditempatkan sebagaiwilayah strategis dalam agenda pembangunan Indonesia, terutama dalam memastikanmasyarakat memperoleh akses pangan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan. Melalui sinergi pemerintah daerah, Perum Bulog, aparat keamanan, serta masyarakat, berbagai program penguatan pangan kini semakin dirasakan manfaatnya hingga kewilayah pedalaman.Keseriusan pemerintah terlihat dari upaya Pemerintah Provinsi Papua yang terusmendorong optimalisasi potensi pangan lokal sebagai kekuatan utama ekonomimasyarakat. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa ketahananpangan harus dibangun melalui penguatan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatanpangan berbasis potensi daerah. Pendekatan ini mencerminkan arah pembangunanyang semakin berpihak kepada kebutuhan masyarakat Papua sekaligus mendorongkemandirian daerah.Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa dan sangat potensialmenjadi lumbung pangan kawasan timur Indonesia. Berbagai komoditas lokal sepertisagu, umbi-umbian, jagung, serta hasil perkebunan rakyat merupakan kekuatan besaryang kini terus didorong pengembangannya oleh pemerintah. Langkah pemetaanpotensi pangan di berbagai kabupaten dan kota menjadi bagian penting untukmemastikan setiap wilayah mampu mengembangkan komoditas unggulan sesuaikarakteristik daerah masing-masing. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwapembangunan di Papua dilakukan secara terencana, terukur, dan berbasis kearifanlokal.Selain penguatan produksi pangan lokal, pemerintah juga memperkuat sistem distribusipangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara merata. Dalam hal ini, Perum Bulog memainkan peranan penting sebagai garda terdepan penjaga stabilitaspangan di Tanah Papua. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, distribusiberas dan kebutuhan pokok kini semakin menjangkau berbagai wilayah hingga kawasanpegunungan dan daerah terpencil. Kehadiran Bulog bukan hanya memastikanketersediaan pangan, tetapi juga menjaga stabilitas harga sehingga masyarakat dapatmemperoleh kebutuhan pokok dengan lebih mudah.Komitmen tersebut terlihat dari kesiapan stok pangan yang disiapkan untuk masyarakatdi enam provinsi wilayah Papua. Program bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah, serta Stabilisasi Pasokan dan Harga...
- Advertisement -

Baca berita yang ini