Masih Umur 20-an, Ini Deretan Potret Caleg-caleg Muda yang Lolos ke Senayan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Tahu gak gaes? Sejumlah calon legislatif muda dipastikan lolos melenggang ke Senayan dan bakal dilantik sebagai anggota parlemen pada Oktober 2019.

Nah menariknya, di antara para caleg-caleg muda yang lolos ada lho beberapa yang usianya masih muda banget, yakni 20-an tahun.

Mereka di antaranya Hillary Brigitta Lasut, Farah Puteri Nahlia dan Muhammad Rahul. Seperti apa mereka? Kita lihat yuk sekilas profil dan potretnya!

1. Hillary Brigitta Lasut

Berhasil mengantongi 70.345 suara pada Pemilu 2019, Hillary mencalonkan diri dari Partai Nasdem gaes.

Perempuan kelahiran Manado, 22 Mei 1996 ini maju mewakili daerah pemilihan SUlawesi Utara. Hillary merupakan putri Bupati Kepulauan Talaud terpilih periode 2019-2024, Elly Engelbert Lasut.

2. Farah Puteri Nahlia

Kalau cewek berhijab satu ini mencalonkan diri melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Ia maju mewakili daerah pemilihan Jabar IX (Kabupaten Garut dan Tasikmalaya) dengan perolehan suara sebanyak 113.263.

Cewek kelahiran Semarang, 2 Januari 1996 ini merupakan lulusan S1 dan S2 University of London di bidang politik dan hubungan internasional gaes.

3. Muhammad Rahul

Gak kalah muda, cowok 23 tahun ini diusung oleh Partai Gerindra. Rahul maju mewakili daerah pemilihan Riau I dengan perolehan suara sebanyak 58.565.

Rahul ternyata datang dari keluarga politisi gaes. Ayahnya adalah anggota Komisi VII DPR RI, M Natsir, dan pamannya M Nazaruddin merupakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang hingga kini masih menjalani hukuman akibat kasus korupsi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini