Marvel Buka Suara soal Kontroversi Karakter Pahlawan Israel di ‘Captain America: New World Order’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Marvel buka suara terkait kontroversi karakter pahlawan asal Israel yang tampil di film ‘Captain America: New World Order’.

Di ‘Captain America: New World Order’, aktris Shira Haas berperan sebagai pahlawan asal Israel bernama Sabra. Pengumuman tersebut dilakukan dalam agenda Disney D23 Expo yang digelar beberapa waktu lalu di California, Amerika Serikat.

Sabra adalah mutan yang bekerja sebagai agen mata-mata Israel, Mossad. Dia pertama kali tampil di komik tahun 1980 dalam edisi The Incredible Hulk yang ditulis oleh Bill Mantlo dan digambar oleh Sal Buscema.

Sabra, yang bernama asli Ruth Bat-Seraph, diperkenalkan sebagai agen Mossad dan produk dari program rahasia tentara super Israel. Seperti Captain America, pakaian Sabra adalah pastiche simbol patriotik, yakni setelan warna putih dan biru, lengkap dengan jubah berbulu yang memungkinkannya terbang dan Bintang Daud besar di dadanya.

Kemunculan Sabra di film ‘Captain America: New World Order’ menimnbulkan pro dan kontra. Warganet menyinggung soal penindasan Israel pada Palestina.

“Dia akan melindungi siapa saja! Kecuali orang-orang Palestina dan anak-anak Saharawi,” tulis warganet.

“Apa kekuatan super Sabra? Mengontrol media di negara-negara Barat,” kata warganet lain.

Sadar kemunculan Sabra menuai kontroversi, Marvel akhirnya buka suara.

“Meskipun karakter dan cerita kami terinspirasi oleh komik, mereka selalu diganbarkan baru untuk film dan penonton saat ini, dan pembuat film mengambil pendekatan baru dengan karakter Sabra yang pertama kali diperkenalkan dalam komik lebih dari 40 tahun yang lalu,” bunyi pernyataan Marvel.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimis Perekonomian Indonesia Terus Bertumbuh

Optimisme pemerintah dalam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat di tahun-tahun mendatang merupakan sebuah harapan yang perlu didukung...
- Advertisement -

Baca berita yang ini