Mantap Berpisah, Istri Ayus Sabyan Hadiri Sidang Perceraiannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum reda kasus perceraian selebgram Rachel Vennya dan Niko Al Hakim, jagat maya kembali dihebohkan soal retaknya rumah tangga keybordist Sabyan Gambus, Ayus Sabyan. Ayus diisukan berselingkuh dengan sang vokalis, Nissa Sabyan yang berakibat pada kehancuran rumah tangganya dengan Ririe Fairus.

Dilihat dari akun gosip @lambe_turah, Ririe nampak mantap berpisah dengan Ayus. Ia terlihat menghadiri sidang perceraiannya di Pengadilan Agama, Jakarta utara.

Dalam rekaman itu, Ririe nampak memakai atasan dan hijab berwarna kuning dan celana putih. Ia juga terlihat membawa beberapa berkas di tangannya.

“Bismilliahirohmanirohim, gak ada yang mau berada di posisi ini, tapi yakin kak, Allah Maha Tahu dan Allah gak tidur, dan semoga selalu diberi ketabahan dan kekuatan,” tulis perekam video itu, dikutip Rabu 17 Februari 2021.

Tak lama, Ririe pun terlihat memasuki ruang persidangan. Sosok Ririe nampak kebingungan sebelum akhirnya memasuki ruangan tersebut.

Rumah tangga Ririe Fairuz dan Ayus Sabyan dikabarkan retak karena sang suami, berselingkuh dengan vokalis grupnya, Nissa Sabyan. Salah satu orang yang mengaku teman Ririe pun membongkar bahwa Ayus berselingkuh dengan Nissa sejak tahun 2018.

Sontak, komentar itu langsung menjadi sorotan warganet. Pasalnya, mereka masih tak percaya jika sosok speerti Nissa bisa merebut suami orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini