Mantan Trainee BigHit Ini Ungkap Sikap Manis Jin BTS saat Tak Sengaja Bertemu di Kereta

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Tak hanya wajahnya yang tampan, kepribadian Jin BTS juga banyak dipuji orang. Selain humoris dan punya pede selangit, anggota tertua di BTS itu juga dikenal baik hati.

Baru-baru ini, seorang mantan trainee BigHit mengungkapkan kisah menyentuh tentang Jin. Ceritanya ini membuktikan bahwa meskipun mereka merupakan artis top tetapi tetap rendah hati.

Dalam video tersebut, cewek bernama Seunghyun itu menjelaskan bahwa dia pernah berlatih dengan Jin saat masih menjadi trainee. Setelah grup tersebut menjadi terkenal, dia pernah melihat Jin di stasiun kereta bawah tanah.

Tapi, karena dia pikir mereka terlalu terkenal, dia pikir lebih baik berjalan melewatinya. Namun, tak disangka, ketika dia hendak keluar, Jin memanggil namanya, berkata, “Seunghyun-ah!”

Ia pun sempat terkejut. Setelah dia menyapa, Seunghyun kemudian menjelaskan alasan dirinya tidak menyapa pemilik nama Kim Seok Jin itu.

Seperti yang diharapkan, Jin sangat manis tentang hal itu, menambahkan, “Tidak ada hal seperti itu,” sebelum bertanya bagaimana kabarnya!

Meskipun itu mungkin isyarat kecil, dia menjelaskan betapa berartinya itu baginya. Hal ini karena meskipun dia terkenal, dia masih berusaha untuk menyapanya terlebih dahulu.

Itu menunjukkan bahwa para anggota BTS masih tetap rendah hati dan ramah seperti biasanya. Tonton videonya di bawah ini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini