Maling Bobol Rumah Shawn Mendes, Mobil Mercy Raib

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Nasib apes dialami penyanyi Shawn Mendes dan Camila Cabello. Rumah mereka dibobol maling dan harus rela satu mobil mewah dibawa kabur.

Saat kejadian, Mendes dan Cabello sedang berada di dalam rumah di Los Angeles. Maling tersebut masuk melalui jendela.

Maling tersebut tak lama-lama dalam rumah karena mengetahui Mendes dan Cabello ada di dalam. Meski demikian, mereka berhasil membawa kabur mobil Mercedes G-Class yang harganya jutaan Dolar AS.

Seorang sumber mengatakan, polisi langsung datang ke kediaman Mendes dan Cabello. Sayang, maling tersebut sudah kabur mengendarai Mercedes G-Class. Sejauh ini, tidak diketahui apakah keduanya bertemu dengan maling tersebut di dalam rumah.

Kepolisian Los Angeles belum melakukan penahanan atas kasus tersebut, tapi penyelidikan sedang dilakukan. Ciri-ciri pelaku dikabarkan sudah dikantongi. Demikian dikutip dari Daily Mail, Senin 29 Maret 2021.

Cabello dan Mendes seakan tak terpisahkan sejak pandemi Covid-19. Sepasang kekasih itu tinggl bersama di Miami. Tapi, belum lama ini mereka membeli rumah di Hollywood Hills seharga 3,4 juta Dolar AS.

Penyanyi berusia 22 tahun itu baru buka-bukaan terkait hubungannya dengan Cabello saat wawancara di Desember 2020. “Dia sangat sabar pada saya, terutama saat saya sedang stres atau hal-hal seperti itu. Dia pasti kirim pesan via WhatsApp. Dia sangat sabar. Dia luar biasa,” ujar Mendes, beberapa waktu lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini