Makan Cokelat Hitam saat PMS Bisa Hilangkan Rasa Nyeri?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kondisi PMS (premenstrual syndrome) sering dirasakan wanita. Lantas, apakah rasa nyei dan gejala lainnya bisa berkurang dengan makan cokelat?

Kondisi PMS ini bisa terjadi dalam waktu singkat, tetapi bisa juga dalam beberapa hari dan gejalanya berbeda pada setiap perempuan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat PMS adalah mengonsumsi cokelat. Katanya, makanan satu ini punya banyak manfaat untuk para perempuan yang sedang mengalami PMS. Benarkah demikian?

Bisa iya, bisa tidak. Ketika sedang PMS, otak akan mengirimkan sinyal pada tubuh untuk mengonsumsi makanan tertentu guna mengurangi rasa nyeri, termasuk cokelat. Makanan satu ini memang punya efek menenangkan.

Tapi, bukan cokelat yang membuat gejala PMS ini teratasi, melainkan kandungan yang terdapat di dalamnya, seperti karbohidrat, gula, kalsium, dan lainnya. Jadi, dibandingkan dengan cokelat, kamu justru bisa memilih banyak varian makanan atau camilan sehat lainnya.

Keinginan dari tubuh untuk mengonsumsi cokelat biasanya terasa pada siklus awal menstruasi, yaitu saat terjadi peningkatan kadar hormon di dalam tubuh. Hormon ini akan memicu kenaikan insulin yang mengakibatkan penurunan kadar gula darah. Akhirnya, tubuh selalu ingin mengonsumsi cokelat.

Namun, cokelat juga memiliki kandungan senyawa theobromine yang sering memicu munculnya rasa nyeri dan tidak nyaman. Kalau mau lebih spesifik, cokelat yang memiliki kandungan banyak gula atau rasa yang lebih manis bisa mengakibatkan kamu merasa lebih emosional.

Dikutip dari Halodoc, kalau kamu ingin konsumsi cokelat sebagai pereda nyeri menstruasi, pilih cokelat hitam yang memiliki kandungan kakao hingga 70 persen. Coklat hitam dipercaya mampu membantu merilekskan otot tubuh karena memiliki kandungan omega-3, omega-6, magnesium, dan asam lemak.

Semua kandungan tersebut juga disinyalir mampu membantu memperbaiki suasana hati tanpa harus takut gula darah akan meningkat. Selain itu, konsumsi cokelat hitam katanya juga bisa membuat seseorang memiliki umur panjang, lho.

Konsumsi cokelat hitam bisa membantu memperbaiki suasana hati yang tidak karuan karena efek PMS setidaknya selama 3 menit. Meski begitu, tetap saja kamu tidak boleh mengonsumsi makanan ini secara berlebihan. Sebaiknya, gantilah dengan makanan lain yang lebih menyehatkan tubuh. Banyak kok, makanan sehat yang bisa membantu memperbaiki suasana hati dan meringankan gejala PMS selain cokelat hitam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini