Maia Estianty Bahas Poligami, Beberkan Pertimbangan Cerai dengan Ahmad Dhani

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAPoligami bukanlah hal yang mudah dilakukan. Itulah yang disampaikan Maia Estianty kepada Poppy Amalya yang sedang membahas masalah poligami bersama dalam vlog terbaru yang dibagikan pada Rabu 24 Juni 2020. Meski demikian, ia juga tidak menghakimi bila ada wanita yang mau untuk dipoligami.

“Kalau poligami aku tidak mampu, aku tidak bisa. Tapi kalau engkau mampu ya silahkan saja,” kata Maia dikutip Jumat 26 Juni 2020.

Berbicara soal pernikahan, wanita yang saat ini menjadi istri dari Irwan D. Musru ini membeberkan alasan memilih bercerai dari Ahmad Dhani. Ia menegaskan tidak mampu untuk dipoligami.

BACA JUGA: Tertarik Berpoligami dengan Benar? Yuk Ikutan Kelas Ini

“Aku tahu diriku sendiri. Aku tahu aku enggak bisa makanya aku bilang enggak (poligami), aku harus cerai,” kata dia.

Ia kala cerai dari Ahmad Dhani menjadikan ketiga putranya, Al Ghazali, El Rumi dan Dul Jaelani sebagai pertimbangan untuk mempertahankan rumah tangga. Ia tidak langsung memutuskan untuk bercerai hingga akhirnya Maia mantap memilih untuk bercerai.

“Aku enggak semata-mata mau cerai sekarang, tapi proses. Meminta petunjuk dari Allah,” ungkapnya.

Di video itu juga dibahas tentang laki-laki yang memilih untuk berselingkuh. Poppy mengungkap beberapa alasan yang menurutnya mendorong laki-laki mencari perempuan lain.

BACA JUGA: Seminggu ‘Pisah Ranjang’, Ini Curahan Hati Maia Estianty

“Asumsinya, cowok itu, laki-laki ya butuh namanya variasi. Yang penting si suami enggak punya daya fantasi aneh- aneh, karena istrinya sudah serve,” jelas Poppy Amalya.

Menanggapi pendapat Poppy tersebut, Maia tidak setuju. Kata Maia, menilai laki-laki yang berselingkuh berarti tidak bersyukur atas pemberian dari Sang Pencipta.

Ia juga mengungkap harusnya laki-laki bisa menegur pasangan bila ada hal yang tidak disukai ketimbang harus berselingkuh. “Ya kasih tahu dong sebagai laki-laki, kan lu pemimpin. ‘Eh sayangku, cintaku, mbok ya dandan buat suamimu ya, nih duit kasih buat beli lipstik, nih duit buat beli baju yang bagus,’ jangan pelit-pelit juga,” kata Maia dengan suara meninggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan

Oleh: Yonas Wenda*Stabilitas keamanan di Papua bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkanfondasi strategis bagi terwujudnya masa depan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pendekatanyang dilakukan aparat keamanan menunjukkan arah yang semakin konstruktif, dengan menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti dari setiap langkah. Pendekatanini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga membangun optimisme kolektifbahwa Papua sedang bergerak menuju fase baru yang lebih stabil dan penuhharapan.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat kini semakin dirasakan sebagaibagian dari solusi, bukan sekadar instrumen penegakan hukum. Melalui patroli rutin, pengamanan aktivitas masyarakat, serta interaksi yang lebih humanis, negara menunjukkan komitmennya dalam melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitassosial, ekonomi, dan keagamaan dengan lebih tenang, yang pada akhirnyaberdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwapendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyampaikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaanmasyarakat. Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi pendekatan keamananyang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Papua, di mana kepercayaan menjadi modal utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, AdarmaSinaga, yang menekankan pentingnya konsistensi kehadiran aparat di lapangan. Ia menyatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, harus dapatberlangsung dengan aman sebagai bagian dari hak dasar warga negara. Konsistensiini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah abai terhadap kondisi masyarakatPapua, melainkan terus hadir untuk memastikan rasa aman terjaga di setiap linikehidupan.Lebih dari itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga memberikan dampak positifterhadap percepatan pembangunan di Papua. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembangunaninfrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomiberbasis masyarakat. Dalam konteks ini, keamanan dan pembangunan memilikihubungan yang saling menguatkan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini