Lewis Capaldi Didiagnosa Alami Sindrom Tourette

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Lewis Capaldi dikenal berkat lagu hitsnya, ‘Someone You Loved’. Baru-baru ini, penyanyi itu mengungkapkan dia telah didiagnosa dengan sindrom Tourette.

Melansir dari Just Jared, hal ini baru saja diungkapkannya lewat postingannya di Instagram pribadinya.

Menurut CDC, sindrom Tourette adalah kondisi sistem saraf yang menyebabkan orang mengalami ‘tics’. Tics ini merupakan kedutan, gerakan, atau suara yang tiba-tiba dilakukan orang secara berulang kali.

Orang-orang yang mengalami sindrom ini biasanya tak bisa mengontrol tubunya untuk menghentikan tics itu.

“Aku punya Tourette, aku selalu memilikinya, rupanya. Ketika aku melihat kembali wawancaraku dari 2018, aku bisa melihat bahwa aku melakukan (tics),” ungkapnya.

Ia mengaku bahunya sering kedutan. Lewis pun mengungkapkan hal ini untuk menjelaskan pada publik bahwa dia tak ingin netizen mengiranya seorang jungky alias pecandu kokain atau narkoba lainnya.

“Ini hal baru, aku belum benar-benar belajar banyak soal itu. Aku sedang belajar. Aku punya Botox di bahuku untuk menghentikannya bergerak (tiba-tiba). Itu berhasil sebentar,” jelasnya.

Sementara itu, tak hanya Lewis Capaldi saja yang memiliki sindrom ini di kalangan selebriti Hollywood. Seperti yang kita ketahui, penyanyi Billie Eilish juga didiagnosa memiliki sindrom Tourette.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini