Lahir Prematur, Begini Doa Rizky Billar untuk Anak Pertamanya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pedangdut Lesti Kejora telah melahirkan anak pertamanya pada Minggu, 26 Desember 2021. Prosesi lahiran Lesti berjalan lancar, meski bayi yang dikandungnya lahir dalam keadaan prematur.

Sementara itu, suami Lesti, Risky Billar menyampaikan doa mendalam untuk anak pertamanya. Hal itu diunggah Billar melalui postingan di Instagram.

“Anakku, Anak pertama Papa dan Bunda. Kamu adalah seluruh cinta. Curahan kasih sayang dari Papa dan Bunda. Titipan yang luar biasa dari sang khalik kepada sepasang anak manusia,” tulis Rizky.

Tak hanya itu, Rizky juga menuliskan kata-kata manis untuk buah hati tercintanya. Ia juga berjanji akan menemani bayi kecilnya untuk terus berjalan.

“Namun kami akan berusaha selalu ada untukmu. Menemanimu dalam proses belajar
Hingga kelak kamu akan menjadi orang hebat. Dan menggenggam dunia,namun dengan tetap menanamkan rasa rendah hati pastinya,” kata Billar.

Sementara itu, sang istri Lesti Kejora melahir dengan proses operasi cecar. Anak pertama mereka terlahir prematur di usia delapan bulan.

Meski begitu, hal tersebut tak membuat Rizky maupun Lesti bersedih. Para warganet dan rekan selebritis pun ikut menyampaikan suka cita mereka.

Selamat, Rizky Billar dan Lesti!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini