Lagi Viral, Ini 5 Fakta dan Tips Berkendara di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo baru meresmikan jalan tol layang Jakarta-Cikampek II. Jalan layang tersebut pun sudah bisa dilalui kendaraan umum, tepatnya 15 Desember 2019 Pukul 06.00 WIB lalu.

Pengguna jalan, khususnya yang menempuh jarak jauh, dapat mulai menggunakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang membentang dari Simpang Susun Cikunir hingga Karawang Barat tanpa tarif untuk sementara waktu. Hal ini guna mendukung kelancaran arus lalu lintas pada periode libur Nataru.

Istimewanya, jalan tol Jakarta-Cikampek II ini disebut-sebut tol layang terpanjang di Indonesia lho…

Baru saja diresmikan, tiba-tiba saja jalan tol layang Jakarta-Cikampek ini pun viral. Tak sedikit yang mengatakan bahwa aspal jalan tersebut bergelombang.

Tim Minews.id yang penasaran pun langsung menjajal rasanya tol baru itu. Berikut 5 fakta yang harus kalian ketahui saat melintas di jalan layang tol Jakarta-Cikampek II:

1. Kecepatan berkendara tidak lebih 60-80 km per jam

Untuk melewati tol layang ini harap perhatikan rambu-rambu kecepatannya, ya. Kecepatan untuk melewati tol ini harus tidak lebih dari 60-80 km per jam. Karena jalan yang bergelombang, disarankan hanya 60 km per jam saja. Dengan kecepatan yang hanya segitu saja sudah bikin perut terkocok, apalagi kalau lebih?

2. Terdapat cctv hampir di setiap kilometernya

Ketika sudah berada di tengah tol layang, kalian akan melihat cctv yang terpasang hampir di setiap kilometernya. Tak tamggung-tanggung, bahkan cctv tersebut memiliki sensor untuk tilang secara online. Jadi, buat kalian yang suka mengebut di jalan tol harap hati-hati ya. Jangan lupa patuhi peraturannya, itu penting!

3. Panjangnya mencapai 37 km

Untuk panjang tol layang Jakarta-Cikampek ini sendiri kurang lebih mencapai 37 km, lho. Tol layang ini diawali dari km 11 hingga km 48. Cukup panjang bukan?

4. Usahakan bensin terisi penuh, tidak ada akses ke rest area

Selama di tol layang kalian tidak akan menemukan akses untuk ke rest are. Jadi, sebelum melewati ini pastikan dulu mobil kalian terisi dengan bensin yang penuh. Nggak kebayang kan kalau misalnya mogok di tengah jalan gimana?

5. Waktu tempuh 30 menit lebih cepat

Mungkin biasanya kalian melewati tol Jakarta-Cikampek bisa berjam-jam. Dengan dibangunnya tol layang ini kalian dapat menghemat waktu tempuh kurang lebih sekitar 30 menit lebih cepat. Cukup singkat kan!

Nah, itulah 5 fakta di balik tol bergelombang Jakarta-Cikampek. Untuk yang penasaran, kalian bisa menjajal tol tersebut secara gratis hingga awal tahun, lho.

Jangan lupa untuk tetap menjaga keselamatan kalian saat berkendara, ya! (Fitri)

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini