Lagi Paranoid? Baca Doa Ini untuk Menghilangkannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rasa cemas itu merupakan sifat alami manusia. Namun jika sudah berlebihan dianggap tak baik.

Rasa cemas yang bercampur rasa takut berlebih atau biasa disebut paranoid ini dapat mengganggu mental kalian. Pasalnya bisa mencelakai diri sendiri dan orang lain.

Salah satu menghilangkan rasa cemas dan takut berlebih seperti itu ialah dengan cara berdoa. Meminta kepada Allah SWT agar diri kita terhindar dari perasaan paranoid.

Nah, berikut doa untuk orang-orang paranoid agar terhindar dari rasa cemas dan takut secara berlebihan. Simak ulasannya di bawah ini.

Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung daripada sifat lemah dan malas, dan aku berlindung padamu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung pada-Mu dari cengkaman hutang dan penindasan orang” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706).

Agar hati makin tenang, kalian juga bisa membaca doa yang ada di bawah ini.

Allahumma musharrifal-qulubi sharrif qulubana ‘ala tha-atika.

Artinya: “Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu” (H.R. Muslim).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini