Kunci Jawaban Belajar dari Rumah TVRI Kelas 1-3 SD 13 Juli 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Program Belajar dari Rumah TVRI hingga kini masih terus berlanjut di masa new normal corona (covid-19).

Berikut kunci Belajar dari Rumah TVRI untuk kelas 1-3 SD pada Senin, 13 Juli 2020, dilansir dari Kemdikbud :

1. Mengapa kita harus belajar di rumah?

Jawaban:
Dengan belajar di rumah, kita akan lebih terhindar dari virus corona (Covid-19) yang saat ini sedang mewabah di Indonesia. Dengan belajar di rumah, kita juga ikut serta untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

2. Apa saja yang harus kita lakukan di masa new normal atau kebiasaan baru?

Jawaban:
– Memakai masker saat terpaksa keluar rumah

– Menghindari kerumunan dan menjaga jarak jika berada di tempat ramai

– Rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir

– Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, bisa memakai hand sanitizer

– Segera mandi dan ganti baju setelah bepergian

3. Mengapa memakai masker itu penting?

Jawaban:
Memakai masker itu penting agar dapat menghindari masuknya virus corona melalui lubang hidung atau mulut.

Saat ada orang lain bersin atau batuk, virus tidak jatuh mengenai orang lain.

Selain itu, menggunakan masker dapat menangkal virus corona.

4. Peragakan cara berkenalan dengan teman baru bersama orang tua atau keluargamu dengan memperhatikan kebiasaan baru!

Jawaban:
Cara berkenalan dengan teman baru bersama orang tua atau keluarga

– Tetap memakai masker saat memperkenalkan diri

– Menjaga jarak dengan orang di sekitar minimal 1 meter

– Lalu memperkenalkan diri tanpa perlu bersalaman atau cukup mengatupkan kedua telapak tangan di depan dada sambil mengangguk.

Halo, nama saya Rian. Saya lahir di Medan, 20 Mei 2013. Sekarang saya tinggal di Jalan Sudirman nomor 12, Jakarta.

Ayah saya sehari-hari bekerja sebagai Pengacara, sedangkan ibu saya seorang perawat.

Saya senang menggambar. Saya punya cita-cita menjadi pilot.

Acara ini dapat ditonton pada live streaming TVRI, vidio.com dan useTV.com.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Disiplin Operasional Demi Integritas MBG

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen negara dalam membangun generasi sehat dan unggul tidak hanya diwujudkan melaluikebijakan besar, tetapi juga melalui disiplin operasional di lapangan. Inilah yang kini ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatanpengawasan dan penegakan aturan menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap proses berjalan sesuaistandar, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anak-anak Indonesia sebagai penerima manfaatutama. Salah satu fokus utama BGN adalah penegakan disiplin penggunaan mobil operasional Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut secara tegas dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti berbelanja atau urusan lain di luar distribusi MBG. Mobil operasional merupakan bagian vital darirantai distribusi makanan bergizi. Penyimpangan sekecil apa pun berpotensi mengganggu efektivitas dan kredibilitas program. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, PengawasKeuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya, menegaskan pentingnya penggunaan kendaraan sesuaiperuntukannya. Ketegasan BGN bukan sekadar imbauan administratif. Nanik yang juga membidangiKomunikasi Publik dan Investigasi menegaskan sanksi tegas bagi Kepala SPPG yang terbukti melanggaraturan. Ancaman sanksi ini mencerminkan keseriusan BGN dalam menjaga marwah program strategisnasional. MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi negara terhadap kualitas sumberdaya manusia. Karena itu, integritas pelaksanaannya tidak boleh ditawar. BGN juga menekankan pentingnya independensi Kepala SPPG. Mereka diminta menolak tegas jika adamitra atau pemasok yang mencoba memanfaatkan kendaraan operasional untuk kepentingan di luardistribusi MBG. BGN menegaskan bahwa pemasok wajib menyediakan kendaraan sendiri untukmengangkut bahan pangan ke dapur SPPG. Ketegasan ini bertujuan menghindari konflik kepentingan dan memastikan tidak ada celah penyimpangan dalam rantai logistik. Dengan menjaga independensi, Kepala SPPG dapat fokus pada misi utama: memastikan makanan bergizisampai tepat waktu dan dalam kondisi aman kepada anak-anak penerima manfaat. Disiplin operasionalbukan sekadar soal aturan teknis, tetapi bagian dari etika pelayanan publik yang mengutamakankepentingan masyarakat. Selain kendaraan operasional, BGN memberi perhatian besar pada pengawasan bahan baku pangan. Proses penerimaan bahan baku di dapur SPPG dinilai sebagai titik krusial dalam menjaga keamananpangan. Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini