Kucing Membenci Manusia, Mitos Atau Fakta?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Benarkah kucing memiliki sembilan nyawa ketika hidup di dunia? Tentu tidak. Itu hanyalah bagian dari mitos yang beredar di masyarakat.

Tidak hanya itu, ternyata masih ada mitos-mitos lain yang diyakini hingga saat ini lho. Apa saja sih? Yuk simak penjelasan berikut ini!

1. Kucing membenci manusia dan tidak menyenangkan

Hanya karena tidak suka dipeluk dan diperhatikan, bukan berarti kucing membenci manusia kok. Dilansir dari situ Insider, menurut Jackson Galaxy selaku konsultan kesehatan kucing, menjelaskan bahwa mitos ini ada karena banyak orang yang membandingkan perilaku kucing dan anjing yang begitu kontras.

Itu sebabnya mereka mengira kucing tidak membutuhkan banyak perhatian layaknya anjing. Nyatanya, kucing merupakan hewan yang juga membutuhkan banyak perhatian dan cinta.

2. Kucing tidak membutuhkan banyak perawatan

Bagi para pemilik hewan menggemaskan ini, sangat berbahaya apa bila benar-benar percaya dengan mitos yang satu ini. Banyak pemilik kucing yang berpikir tidak apa-apa jika meninggalkan kucing peliharannya selama berhari-hari hanya dengan persediaan makanan dan minuman. Galaxy mengatakan hal itu merupakan tindakan yang tidak baik.

Layaknya anjing, kucing pun dapat merasa cemas akan perpisahan dan mendambakan stabilitas kehidupan keluarga mereka. Bedanya, kucing tidak menunjukannya secara nyata seperti anjing. Jadi, ingat ya untuk tidak sembarangan meninggalkan kucing Anda dirumah!

3. Kucing tidak dapat dilatih

Nah, untuk yang percaya kalau kucing itu sulit diatur dan tidak dapat dilatih, Dr. Freeman selaku dokter hewan mengatakan jika sebenarnya kucing juga dapat dilatih lho. Berbeda dengan anjing, kucing tidak akan belajar cara disiplin dan selalu lari dari segala jenis hukuman.

Anda dapat melatih kucing dengan meggunakan clicker sebagai alat bantu dalam sesi pelatihan singkat. Jangan lupa untuk selalu memberikan reward pada kucing Anda setelah menguasai pelajaran yang diajarkan.

Jika kucing Anda sudah pandai, Anda dapat mengganti suara clicker dengan ucapan seperti kata “bagus” dan lainnya.

4. Kucing lebih baik tinggal di luar ruangan

Faktanya, membiarkan kucing Anda tinggal di luar ruangan memungkinkan mereka untuk memiliki angka usia hidup yang jauh lebih pendek. Galaxy menjelaskan jika rata-rata usia kucing yang dibiarkan tinggal di luar ruangan hanya mencapai usia 2-4 tahun. Sedangkan kucing yang tinggal di dalam ruangan mencapai usia 14 tahun.

5. Kucing dan anjing adalah musuh bebuyutan

Mitos yang satu ini sepertinya adalah mitos paling terkenal di seluruh dunia. Bahkan, sudah banyak sekali film-film yang menggambarkan hal serupa. Padahal, hal ini tentu tidak selalu benar.

Galaxy mengatakan sangat mungkin bagi kucing dan anjing untuk hidup dibawah atap yang sama. Meski demikian, penting peran Anda sebagai pemilik untuk menjadi jembatan antara dua spesies yang berbeda ini.

Itu dia penjelasan mengenai 5 mitos kucing yang diyakini oleh masyarakat luas. Setelah ini, apakah Anda masih mempercayai mitos-mitos tersebut?

Reporter: Ananda Salsabila Nadira

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini