Krisdayanti Dikritik Plesiran ke Eropa, Raul Lemos: Yang Salah Bukan Istri Saya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beberapa waktu lalu, Krisdayanti bersama suaminya, Raul Lemos beserta kedua anaknya tengah berlibur ke Eropa, tepatnya Swiss. Dari unggahan di akun Instagram-nya, wanita yang akrab dipanggil KD itu memamerkan kegiatannya selama liburan.

Liburan KD dan keluarga ini mendapat kritikan dari berbagai kalangan. Kritikan itu datang dari masyarakat, fraksinya sendiri, hingga lembaga pemantau DPR.

Seperti diketahui, Krisdayanti merupakan anggota DPR dari Fraksi PDIP. Di saat Indonesia sedang menghadapi wabah virus corona atau Covid-19, ia sebagai wakil rakyat malah asyik berlibur bersama keluarga.

Di Instagram, Raul Lemos pun angkat bicara. Ia sadar bahwa sang istri adalah pejabat publik sekaligus artis yang rentan dengan kritik. Dia menyebut Krisdayanti tak mampu berbuat apa-apa atas kritik tersebut.

“Dia dengan segala keterbatasan dan jiwa besarnya menerima kritik, hujatan tanpa mampu berbuat apa2, seperti menjadi sasaran pada “permainan menembak sasaran bebek lumpuh / the sitting duck game”,” ungkap Raul Lemos dalam penjelasannya di Instagram, Selasa 24 Maret 2020.

Raul Lemos merasa itu tidak adil. Ia menegaskan liburan ke Eropa itu merupakan idenya dan dia yang telah merancangnya sejak jauh-jauh hari. Menurutnya, dialah yang harus disalahkan, bukan sang istri.

“Saya sebagai suaminya merasa hal itu tidak fair. Karena saya yang merancang, memutuskan dan melaksanakan acara liburan keluarga tersebut. Bila ada pihak yang disalahkan, Sepatutnya saya lah yang harus disalahkan. Bukan istri saya,” jelasnya.

Raul Lemos menerima semua kritik yang datang soal liburan mereka ke Eropa dan menjadikan itu sebagai bahan introspeksi. Dia mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang disampaikan ke keluarganya.

“Untuk itu secara terbuka saya Raul Lemos, secara pribadi ingin mengajukan permintaan maaf yg sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya bagi semua yang membuat komentar, kritik, hujatan dsb,” kata Raul Lemos.

Dia berdoa agar semua orang dilindungi dari pandemi virus Corona ini. Raul Lemos juga mendoakan tenaga medis yang berada di garis depan untuk melawan virus ini.

“Kami juga berdoa memohon kepada ALLAH YME agar memberi pertolongan dan perlindungan kepada kita semua.Terutama kepada tenaga2 medis,perawat dan sukarelawan yg begitu tegar dan kuat menjalankan tugas tanpa lelah, semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada semuanya amin…3X YRA.???” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini