Klasik dan Menarik, Ini Rekomendasi Lagu Disney yang Wajib Ada di Playlist

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Siapa yang tak suka deretan film animasi dari Walt Disney? Meski penontonnya sudah dewasa, film-film Disney seolah tak pernah tua ya. Tak peduli berapa umurmu sekarang, animasi Disney tetap tak bisa ditolak.

Tak cuma filmnya, lagu-lagu Disney juga selalu menarik perhatian penonton. Soundtrack yang mengiringi kisah dalam film-film tersebut seperti memiliki karakteristik tersendiri yang sulit dilupakan.

Buat kamu Disney Lover, wajib hukumnya untuk mengetahui original soundtrack dari film-film animasi mereka. Tapi, biar gak bingung, yuk simak beberapa rekomendasi lagu Disney yang klasik dan menarik serta wajib ada di playlist harianmu.

1. You’ve Got a Friend in Me (Toy Story)

Saat kamu menyaksikan petualangan Woody dan Buzzlightyear, lagu ini pasti akan sering kamu dengar. Yup, ‘You’ve Got a Friend in Me’ yang dibawakan oleh Randy Newman.

Lagu ini merupakan official soundtrack dari film animasi Toy Story yang tayang perdana pada tahun 1995. Lagu ini pun rilis di tahun yang sama dengan film yang menceritakan kisah para mainan Andy yang bertualang ke luar rumah.

Lagu ini cocok banget masuk ke playlist-mu dan didengarkan dengan sahabat yang paling kamu sayang.

2. Part of Your World (The Little Mermaid)

Selanjutnya ada lagu dari film Little Mermaid, ‘Part of Your World’. Lagu ini punya musik yang klasik khas Disney yang bisa bikin kamu semangat.

‘Part of Your World’ dirilis pertama kali pada tahun 1989 dan dibawakan oleh Jodi Benson. Lagu ini menjadi official soundtrack film animasi ‘The Little Mermaid’ yang tayang perdana pada tahun yang sama dengan lagu tersebut rilis.

‘The Little Mermaid’ menceritakan salah satu princess Disney, Ariel. Seekor putri duyung yang memiliki impian menjadi manusia setelah menyelamatkan seorang pria dari badai besar. Lagu ini cocok didengarkan, apalagi buat kamu yang rindu dengan petualangan Ariel melawan penyihir jahat Ursula.

3. Beauty and the Beast (Beauty and the Beast)

Lagu Beauty and the Beast yang menjadi soundtrack film Disney bertajuk sama, juga layak masuk dalam playlist-mu lho! Lagu ini pertama kali populer saat tayang perdana film Beauty and the Beast pada tahun 1991.

Film ini pun kembali sukses menarik para penonton setelah dibuat live-action-nya yang diperankan oleh Emma Watson. Lagu Beauty and the Beast pun turut di-remake oleh penyanyi Ariana Grande dan John Legend.

4. I See the Light (Tangled)

Gak afdol rasanya kalau tak memasukan lagu Disney berjudul ‘I See the Light’ yang dipopulerkan oleh Mandy Moore. Lagu ini juga menjadi salah satu soundtrack film Disney, Tangled.

Tangled berkisah tentang seorang putri yang hilang bernama Rapunzel lantaran diculik penyihir jahat. Rapunzel dibesarkan oleh penyihir itu di sebuah menara tinggi dan tak pernah menginjakkan kaki ke dunia luar.

Tak hanya itu, rambut Rapunzel yang super panjang pun juga sangat ikonik di film tersebut. Kalau kamu sudah pernah menontonnya, pasti bakal langsung teringat adegan Rapunzel dengan Flynn Rider di sebuah sampan saat mendengar lagu ‘I See the Light’ ini.

5. Reflection (Mulan)

Satu lagi lagu Disney yang wajib ada di playlist-mu adalah Reflection, official soundtrack dari film animasi Mulan. Lagu ini tengah digandrungi pecinta Disney, apalagi saat live action dari film animasi tersebut akan segera tayang di Indonesia.

Reflection dipopulerkan pertama kali oleh Lea Salonga pada tahun 1998. Kemudian, di remake oleh penyanyi pop Hollywood, Christina Aguilera untuk persembahan di film live action Mulan.

Sementara itu, lagu Reflection juga akan dinyanyikan ulang oleh para solois tanah air untuk menyambut rilisnya film live action Mulan di Indonesia. Penyanyi tersebut di antaranya, Yura Yunita, Agatha Pricila, Sivia Azizah, dan Nadin Amizah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini