Kisah Keluarga Buckingham akan Kembali Tayang di Netflix

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kurang lebih beberapa hari lagi, Netflix akan kembali menayangkan The Crown, serial yang menceritakan kehidupan para bangsawan di Buckingham Palace. Rencananya serial yang masuk season ke 4  ini akan tayang pada 15 November 2020.

Sebelum The Crown kembali ditayangkan, Netflix sudah terlebih dahulu memamerkan foto-foto di balik layar, dari lokasi syuting sampai poster terbaru para pemainnya. Tidak hanya itu, beberapa trailer dan plot yang tersembunyi di dalam keterangan setiap foto yang diunggah tim ke Instagram.

Dilansir dari RadioTimes, Olivia Colman akan kembali memerankan Ratu Elizabeth II, bersamaan dengan Tobias Menzies yang akan kembali menjadi Pangeran Philip, juga Josh O’Connor sebagai Pangeran Charles, Helena Bonham sebagai Putri Margaret, dan Erin Doherty sebagai Putri Anne.

Proses syuting pun sebenarnya telah usai sejak lama karena ketika musim ke-3 tayang pada 19 November 2019 lalu, The Crown sudah memulai syuting musim ke-4.

Sebagaimana yang diakui oleh tim produser dari serial ini, mereka mengaku sangat beruntung karena proses syuting telah usai di pertengahan Maret 2020 ketika pandemi mulai menghantui banyak industri TV.

Meskipun mengaku kepada RadioTimes bahwa syuting adegan terakhir sempat tertunda, menanggapi kembali adanya pandemi membuat tim produser bergerak cepat dan memajukan jadwal syuting selesai di tengah Maret. Hal ini membuat Helena Bonham Carter harus membatalkan pesta yang direncanakan dengan keluarga terdekat. Namun, beruntung baginya untuk melakukan hal tersebut. Jika tidak, mungkin jadwal tayang The Crown akan diundur.

Meskipun terbilang mepet, semua tim bekerja untuk membuat musim ke-4 tayang sesuai jadwalnya. Peter Morgan saat diwawancarai The Hollywood Reporter mengenai proses syuting musim ke-4 The Crown menyatakan, ”Untuk merilis musim terbaru, kita harus memulai pengeditan dan juga mengatur jumlah episode yang ada, bedanya sekarang ini semua harus dilakukan secara cepat namun matang, aku sempat berpikir apakah ini akan berhasil dan memuaskan, namun ketika kita harus bekerja lebih keras lagi dan mendapat kabar mengenai jadwal rilis yang sesuai, kurasa itu semua memuaskan.”

Di musim terbaru ini, penggemar akan dimanjakan dengan kembalinya Margaret Tatcher dan juga Putri Diana. Bahkan banyak yang mengharapkan pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles akan tayang di musim ke-4 ini sebagaimana yang mereka lihat di beberapa cuplikan yang dibagikan di media sosial official The Crown (@TheCrownNetflix) namun, menurut Emma Corrin yang memerankan Putri Diana saat diwawancarai oleh RadioTimes, tidak akan ada tayangan pernikahan, namun ia akan mengenakan gaun yang mirip dengan gaun yang Putri Diana kenakan untuk adegan-adegan flashback. ”Ini semua akan seperti X-Factor, mungkin penuh kejutan, siapa yang tahu?” ujar O’connor, pemeran Pangeran Charles.

Jadi, siapa nih yang sudah tidak sabar menunggu musim terbaru dari The Crown di Netflix?

Reporter: Cindy Aulia SilniKaffah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini