Kisah Cinta yang Melibatkan Anak di Bawah Umur dalam Drama ’25-21’, Netizen: Bukan Masalah

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Sebuah jajak pendapat telah mengungkapkan opini publik terkait kontroversial drama ‘Twenty-Five, Twenty-One’. Hasilnya, netizen menilai bahwa itu bukanlah masalah besar.

Melansir dari Allkpop, drama populer ini masih menghadapi dilema dengan pemirsanya mengenai keseluruhan alur cerita cinta yang melibatkan orang dewasa dan anak di bawah umur.

Namun menurut jajak pendapat anonim baru-baru ini ramai di platform Nate, hasilnya 77 persen peserta menjawab bahwa garis cinta yang digambarkan dalam drama ‘bukan masalah’. Alasannya ialah karena itu ‘hanya sebuah drama’.

Sementara itu, 23 persennya menjawab bahwa garis cinta itu ‘begitu mengkhawatirkan’.

Jajak pendapat itu dilakukan dari 14 sampai 24 Maret 2022. Jumlah total pesertanya adalah 3669 yang menghasilkan perpecahan skor polling antara 2836 (77 persen) dan 833 (23 persen) pemilih.

Dalam drama, Nam Joo Hyuk berperan sebagai pria yang berusia 23 tahun. Sedangkan Kim Taeri berperan sebagai siswa SMA yang masih berusia 19 tahun.

Drama tersebut juga memasukkan adegan ciuman saat karakter yang diperankan Kim Taeri itu berusia 20 tahun. Ini pun menuai beragam reaksi dari pemirsa dan menimbulkan perdebatan.

Sementara itu, rating penonton untuk drama ‘Twenty-Five, Twenty-One’ pada episode 12 ini telah mencapai 10,7 persen lho. Drama ini juga masih bertahan di Top 10 Global Netflix, termasuk Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini