Khagendra Thapa Magar, Pria Terpendek di Dunia Meninggal di Usia 27 Tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEPAL – Khagendra Thapa Magar, pria asal Nepal yang tercatat Guinnes World Records sebagai orang terpendek di dunia meninggal dunia pada Jumat 17 Januari 2020 malam.

Dikutip dari DW pada Minggu 19 Januari, Khagendra meninggal dunia di usia 27 tahun.
Saudara laki-laki Khagendra, Mahesh Thapa Magar mengatakan bahwa Khagendra sudah berulang kali masuk rumah sakit karena pneumonia.

“Dia keluar masuk rumah sakit karena pneumonia, tapi kali ini jantungnya juga terpengaruh. Dia meninggal hari ini,” kata Mahesh kepada DW.

Khagendra memegang rekor dunia sebagai pria terpendek di dunia yang bisa berjalan dengan ketinggian 67,08 sentimeter.

Khagendra dilahirkan pada 14 Oktober 1992 di distrik Baglung, Nepal. Ia merupakan putra tertua dari Roop Bahadur dan Dhan Maya.

Kata sang Ayah, tubuh Khagendra sangat kecil ketika dilahirkan hingga bisa muat di telapak tangannya.

“Sangat sulit untuk memandikannya karena dia sangat kecil,” kata ayahnya.

Khagendra yang tinggal di Kathmandu, Nepal mengklaim gelar pria terpendek yang bisa berjalan sebanyak dua kali.

Pertama dia mendapatkan rekornya itu pada 2010, sebelum dikalahkan oleh pria Nepal lainnya, Bahadur Dangi.

Setelah Dangi meninggal pada tahun 2015, Khagendra kembali menerima gelar pria terpendek yang bisa berjalan itu.

Sebelumnya, Khagendra juga mengklaim gelar remaja terpendek di dunia.

Meski menjadi pria terpendek di dunia, Khagendra bisa melakukan perjalanan ke Eropa dan Amerika Serikat untuk tampil di televisi serta menjadi Duta Pariwisata Nepal.

Pemimpin Redaksi Guinnes World Records Craig Glenday mengatakan, ukuran tubuh Khagendera tak menyurutkan semangatnya untuk mendapatkan hal terbaik dalam hidupnya.

“Hidup bisa jadi menantang ketika Anda hanya memiliki ukuran badan yang kecil dan tidak seperti orang kebanyakan,” kata Craig.

“Namun, ukuran tubuhnya itu tak menghentikannya untuk mendapatkan hal terbaik dalam hidupnya,” sambungnya.

Dengan meninggalnya Khagendra, maka Edward Hernandez dari Kolombia menjadi manusia terpendek di dunia yang bisa berjalan dengan tinggi 70,21 sentimeter.

Sementara itu, pria terpendek di dunia yang tidak dapat berjalan dipegang oleh Junrey Balawing dari Filipina dengan ukuran tubuh 59,93 sentimeter.

Menurut catatan Guinness World Record, Junrey tidak dapat berjalan atau berdiri tanpa bantuan orang lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini