Keren-keren, Ini Deretan Idol K-Pop yang Comeback dan Debut Bulan April 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gak terasa Kita sudah ada di awal bulan April tahun 2021. Akan banyak artis K-Pop yang melakukan debut dan comeback di tahun ini.

Sementara itu, khusus di bulan April ini, ada banyak comeback dan dilakukan oleh artis populer dan debut oleh grup yang sangat dinantikan!

Siapa saja mereka? Berikut deretan idola K-Pop yang bakal melakukan comeback dan debut dari awal hingga pertengahan bulan April ini:

1 April

– 3YE comeback dengan single digital mereka “STALKER”.

– Colde merilis single barunya “Light”.

– Penyanyi dan penulis lagu ’20 Years of Age’ merilis single “Starry Night”.

2 April

– Hoshi SEVENTEEN merilis mixtapenya yang bertajuk “Spider”.

– Jamie merilis remix Saweetie dari “Best Friend” bersama dengan rapper Jepang CHANMINA.

– Ha Hyun Sang dari Hoppipolla merilis “Late Night Movie”, yang liriknya ia tulis bersama dengan Young K DAY6.

– Hwang Chi Yeol meluncurkan mini album barunya “Be My Reason.”

3 April

Band 2Z merilis album studio full-length mereka “ACT 1.”

5 April

– Wendy Red Velvet melakukan debut solonya dengan mini album “Like Water”.

– ASTRO merilis album studio full-length mereka “All Yours”.

– Lee Jin Hyuk comeback dengan mini album barunya “SCENE26”.

– Boy grup ‘withus’ merilis single digital mereka “DOKKEBI; Ground”.

6 April

– D-CRUNCH comeback dengan mini album “DAYDREAM”.

– Verbal Jint merilis album studio ketujuh lengkapnya termasuk lagu utama yang menampilkan Swings.

7 April

– Kim Jae Hwan comeback dengan mini album barunya “Change”.

– LUNARSOLAR merilis album single “SOLAR: rise”.

– Mini album baru Yukika “timeabout”, juga akan dirilis pada hari ini.

8 April

– STAYC melakukan comeback pertama mereka dengan album single “STAYDOM”.

– BAE173 juga melakukan comeback pertama mereka dengan mini album “INTERSECTION: TRACE”.

– OnlyOneOf comeback dengan mini album “Instinct Part.1”.

– Mantan kontestan “CAP-TEEN” U-MIN, yang juga keponakan Yeom Jung Ah, memulai debutnya dengan mini album “sembilan belas”.

9 April

– SuperM merilis single “We DO” bekerja sama dengan Prudential.

12 April

– SHINee comeback dengan album repackaged “Atlantis”.

– Davichi merilis single digital untuk comeback pertama mereka setelah lebih dari setahun.

13 April

– Kyuhyun Super Junior memperkenalkan single digital “Coffee” sebagai bagian dari “2021 PROJECT: 季” (“2021 PROJECT: Season”).

– Kang Daniel merilis mini album barunya “YELLOW”.

15 April

– Yoon Ji Sung membuat comeback pertamanya sejak keluar dari militer dengan “Temperature of Love.”

16 April

– Girl grup pendatang baru MAJORS merilis album mereka “The Beginning Of Legend – Rising Star”.

18 April

– Album spesial Great Guys “Again” akan dirilis pada hari ini.

19 April

– DAY6 mengungkapkan “The Book of Us: Negentropy”, album yang akan melengkapi seri “The Book of Us” mereka.

– NU’EST merilis album studio full-length mereka “Romanticize.”

– A Pink merilis lagu penggemar spesial untuk merayakan ulang tahun ke 10 mereka.

20 April

– P1Harmony melakukan comeback pertama mereka dengan mini album “DISHARMONY: BREAK OUT”.

28 April

– ONF merilis album repackaged pertama mereka “CITY OF ONF”.

30 April

– ITZY meluncurkan album baru mereka “GUESS WHO”.

Selain idol di atas, NCT DREAM juga akan comeback tujuh anggota yang telah lama ditunggu-tunggu bersama Mark. Wheein MAMAMOO sedang bersiap untuk melakukan comeback solo pada bulan April.

ENHYPEN juga bersiap untuk melakukan comeback pertama mereka di akhir bulan. Girl group baru, salah satu pendiri Cube Entertainment, Hong Seung Sung, HOT ISSUE dijadwalkan untuk melakukan debut.

Rilis bulan April mana yang paling Kamu nantikan?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini