Keren! Ada Kedai Kopi Berdayakan Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Subang

Baca Juga

MATA INDONESIA, SUBANG – Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja meresmikan Aksara Coffe dan Barber Shop di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang

Aksara (Anak Asuh Juara) Coffee dan Barber Shop merupakan workshop yang diselenggarakan oleh UPTD Panti Sosial Rehabilitasi Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (PSRAMPK), yakni bagi anak yang telah mengikuti pelatihan vokasional di UPTD Panti Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (PSBR) Dinas Sosial Provinsi Jabar.

Setiawan menyambut baik kehadiran kedai kopi dan barber shop ini. Menurutnya, Aksara Coffee dan Barber Shop dapat menjadi solusi untuk permasalahan sosial sekaligus ekonomi, yang disebut “socialpreneurship”.

“Saat ini sudah saatnya socialpreneurship kita kembangkan. Ini salah satu konsep yang luar biasa menggabungkan solusi antara permasalahan sosial dan juga ekonomi,” ujarnya.

Aksara Coffee dan Barber Shop merupakan worshop binaan Dinas Sosial Jabar yang kedua dioperasikan. Sebelumnya, Dinas Sosial Jabar juga telah membuka Raisa Coffee & Barber Shop di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang mulai beroperasi pada awal tahun 2021.

Setiawan berharap, inovasi workshop ini dapat direplikasi oleh dinas-dinas sosial di kabupaten/kota seluruh Jabar, sehingga dapat menjadi percontohan di Indonesia.

“Ini salah satu percontohan untuk Dinas Sosial Provinsi Jabar, mudah-mudahan bisa diikuti oleh kabupaten/ kota di seluruh Jabar. Saya yakin ini akan menjadi percontohan di Indonesia,” katanya.

Setiawan mengimbau, Dinas Sosial dapat menggandeng para pengusaha yang ada di Jabar melalui corporate social responsibility (CSR) dalam mengembangkan inovasi socialpreneurship. Potensi CSR di Jabar sangat tinggi, yakni sekitar Rp 4 triliun.

Setiawan menyebutkan, inovasi socialpreneurship ini akan lebih menguntungkan dan menjanjikan karena dikemas dengan kekinian dan memiliki pasar yang besar.

“Saatnya juga kita mengetuk para pengusaha, industri, pabrik, dan lain sebagainya, yang mempunyai dana CSR. Potensi CSR di Jabar sekitar Rp 4 triliun. Mereka bisa membantu permasalahan yang ada di ranah sosial ini,” ucapnya.

“Untuk (socialpreneurship) ini sangat menghasilkan dan menjanjikan. Workshop juga dikemas dengan kekinian, kelebihannya di sini,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini