Kenali Ciri-ciri si Pengguna Narkoba

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Narkoba masih menjadi hal yang meresahkan. Tidak sedikit orang yang terjebak dalam penyalahgunaan obat terlarang ini. Narkoba juga tidak memandang tingkatan sosial. Ya, barang haram ini dapat menjebak siapa saja!

Orang yang menggunakan narkoba bisa terlihat dari fisik dan tingkah lakunya. Apabila sudah terjebak dalam lingkaran setan tersebut, akan sulit untuk sembuh jika bukan ditangani dengan perawatan yang profesional. Bahkan, di masa pandemi ini, peredaran dan penggunaan Narkoba semakin marak.

Beberapa gejala penggunaan narkoba yang paling mencolok yaitu gejala yang memengaruhi proses fisiologis tertentu. Perubahan penampilan fisik dapat menjadi petunjuk tambahan untuk kemungkinan penggunaan narkoba.

Meski begitu, ciri-ciri pengguna narkoba antara satu dan lainnya tidak sama. Berikut ciri-ciri pengguna narkoba yang dirangkum dari berbagai sumber,

Anda dapat mengenali ciri-ciri pengguna narkoba dari beberapa perubahan fisik berikut:

  • Mata terlihat cekung dan merah
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Wajah pucat dan bibir tampak kehitaman
  • Ada tanda bekas luka sayatan pada tangan
  • Sering sakit

Selain perubahan fisik, narkoba juga cenderung mengubah perilaku dan kebiasaan. Ada Beberapa obat yang memang merusak kemampuan otak. Hal ini terkadang dikaitkan dengan penggunaan narkoba yang bermasalah:

  • Lebih agresif atau lekas marah
  • Kelesuan
  • Depresi
  • Perubahan tiba-tiba di jejaring sosial
  • Perubahan dramatis dalam kebiasaan dan / atau prioritas
  • Keterlibatan dalam kegiatan kriminal

Jika orang terdekat memiliki ciri-ciri seperti di atas, bukan berarti Anda berhak atau bebas menuduh bahwa orang tersebut sebagai pemakai. Rangkulah mereka, lakukan pendekatan personal tanpa menyinggungnya.

Namun, jika benar orang itu menggunakan narkoba, jangan hakimi dia, dan beri dukungan untuk dia melakukan rehabilitasi.  Untuk saat ini, kepekaan terhadap orang terdekat perlu ditingkatkan. Bantu mereka bebas dari masa kelamnya!

Reporter : Mega Suharti Rahayu

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini