Kasur Kecil Tak Menghalangi Buat Terapkan Gaya Bercinta, Ini Posisi Seks yang Tepat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Memadu kasih dan bercinta dengan pasangan membutuhkan lingkungan yang sangat mendukung. Namun pada beberapa kondisi tertentu, lingkungan yang menyenangkan bisa dicapai dengan melakukan segala upaya.

Salah satu kondisi yang kadang membuat pasangan sulit bercinta dengan maksimal adalah kondisi kamar yang kurang mendukung. Hal ini bisa terjadi dari berbagai faktor terutama karena ukuran kasur.

Bagi pasangan yang memiliki kasur ukuran kecil atau single, mungkin mereka kadang mengalami kesulitan untuk bercinta. Walau kasur ini cukup nyaman untuk ditiduri berdua bersama pasangan, namun belum tentu cukup nyaman untuk bercinta.

Keterbatasan ukuran kasur ini menyebabkan pasangan sulit untuk melakukan berbagai posisi secara bebas. Salah-salah malah mungkin justru pasangan yang bisa terjatuh dari atas kasur.

Namun, jangan takut, ada beberapa posisi seks yang bisa diterapkan dengan ukuran kasur yang kecil. Posisi itu di antaranya:

Spooning

Posisi spooning ini dilakukan dengan cara pria berada di belakang wanita saat sedang berbaring miring. Posisi ini hanya membutuhkan ruang yang minim dan tidak membutuhkan keseimbangan. 

Posisi Lotus

Posisi ini dilakukan dengan pria duduk bersila sedangkan wanita duduk di atasnya. Untuk menjaga keseimbangan dan mendekatkan diri, pasangan bisa saling berpelukan.

Belly Down Doggy

Posisi ini merupakan modifikasi dari doggy style hanya sedikit berbeda. Wanita bakal berposisi lebih redah dengan perut menempel dan kaki membuka, sedangkan pria berada di posisi belakang dalam melakukan penetrasi.

Missionary

Posisi ini merupakan posisi tradisional yang bisa efektif diterapkan pada kasur berukuran kecil.

Tempatkan bantal di bawah orang yang berada di bawah untuk mengarahkan pinggul mereka lebih baik dan lakukan penetrasi dengan tusukan yang bervariasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini