Kalahkan BLACKPINK, aespa Pecahkan Rekor Pra-Jual Terbanyak dalam Sejarah K-Pop Berkat Mini Album ‘Girls’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Meski albumnya belum dirilis, tapi aespa berhasil membuat sejarah baru melalui mini album keduanya. aespa berhasil pecahkan rekor penjualan terbanyak yang pernah dicapai oleh girl group mana pun dalam sejarah K-pop.

Rekor ini dipecahkannya melalui mini album keduanya yang bertajuk ‘Girls’.

Melansir dari Soompi, SM Entertainment secara resmi mengumumkan bahwa pada 7 Juli 2022 mini album kedua aespa ‘Girls’ telah mengumpulkan lebih dari 1,6 juta stok pre-order. Jumlah stok pra-jual itu adalah jumlah stok album yang diproduksi untuk pemesan sebelum albumnya dirilis.

Angka tersebut merupakan perkiraan permintaan yang dihitung dengan menggunakan berbagai faktor. Termasuk berapa banyak album yang dipesan sebelumnya oleh penggemar.

Dengan angka itu, aespa telah memecahkan rekor baru untuk jumlah stok pra-jual tertinggi yang dicapai oleh girl group mana pun dalam sejarah.

Grup ini juga berhasil kalahkan rekor sebelumnya yang dibuat oleh BLACKPINK untuk albumnya yang berjudulkan ‘THE ALBUM’ pada 2020. Saat itu, BLACKPINK jadi girl group pertama dalam sejarah K-pop yang pecahkan rekor pra-jual dengan sebanyak 1.028.888.

Sementara itu, judul lagu yang sama dengan judul albumnya itu dirilis pada 8 Juli 2022. Lagu ini menandai comeback mereka.

Tonton video musiknya di bawah ini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini