Kabar Gembira untuk EXO-L, Masa Wamil D.O Akan Berakhir!

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Usai penantian panjang, purna sudah D.O EXO menjalani wajib militer (wamil). Sebagaimana diketahui, D.O melaksanakan kewajibannya sebagai pria Korea Selatan saat tengah berada di puncak kariernya.

Para penggemarnya dan EXO-L umumnya, menanti dengan cemas kepulangan D.O yang memiliki nama asli Doo Kyung-soo. Idol yang saat ini sedang mengambil cuti terakhirnya itu, akan menyelesaikan tugas militer secara resmi pada 25 Januari 2021 sesuai dengan protokol COVID-19, melansir Korea Boo, 28 Desember 2020.

Sebelum menjalani wamil pada 1 Juli 2019, D.O pergi dengan pesan kepada penggemarnya di fancafe resmi, dengan mengatakan bahwa ini merupakan keputusan yang dibuat setelah pertimbangan yang lama dan ia dengan tulus berterima kasih kepala EXO-L.

Karier akting D.O yang merupakan kelahiran Seoul, 27 tahun silam itu sangat dinantikan setelah menyelesaikan wajib militernya. Ia dikabarkan akan melanjutkan perannya dalam film berjudul “Along With the Gods”.

D.O akan menjadi personel kedua EXO yang menyelesaikan tugas wajib militernya setelah Xiumin yang resmi menyelesaikan tugas wajib militernya pada 6 Desember 2020.

“Hi semuanya, aku sudah menyelesaikan wamil. Apakah kalian semua baik dan sehat? Terima kasih banyak karena sudah menungguku. Kita sudah melewati banyak hal sulit bersama. Masa sulit berakhir, hari bahagia dimulai,” kata Xiumin usai menyelesaikan wamil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini