Kabar Baik Bagi Pegiat Startup, The Founder ‘Sandbox’ ala Indonesia Siap Digelar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Serial Netflix Start Up muncul menjadi drama Korea (drakor) baru yang naik daun. Serial yang dibintangi Bae Suzy, Nam Joo-Hyuk, dan Kim Seon Ho ini menjadi daftar program terpopuler Netflix di 10 negara dunia, termasuk Indonesia.

Salah satu alasan Start-Up masuk dalam drama korea paling favorit ialah relatability dengan kehidupan milenial saat ini. Muda-mudi dari berbagai kalangan dan latar belakang, berlomba menyajikan inovasi bisnis dan layanan, lalu ditambah bumbu percintaan antar tokoh.

Drama korea ini menceritakan kisah cinta dan kehidupan sebagai pegiat startup khususnya Startup Digital dalam program yang dinamakan ‘sandbox’. Bagi para web dan software developer istilah sandbox tentunya sudah tidak asing. Namun di dalam cerita drakor ini diceritakan bahwa Sandbox merupakan program inkubasi bagi para pegiatan startup.

Nah, di serial ini, anak muda bernama Seo Dal Mi ingin melanjutkan mimpi ayahnya menciptakan teknologi yang berguna bagi dunia. Ia berkompetisi dengan semua orang yang juga berambisi membangun perusahaan rintisan atau startup dengan bergabung dalam lingkungan Sandbox.

Sandbox adalah salah satu daya tarik dalam serial Start Up. Ia adalah sebuah perusahaan yang berkantor di lahan berupa pulau buatan, yang dikelilingi sungai dan daratan besar. Pulau ini dilengkapi dengan gedung, lengkap dengan fasilitas teknologi yang hebat.

Sandbox menggelar sebuah program inkubasi yang melahirkan startup sukses. Program tersebut, digambarkan selalu diisi oleh orang-orang pintar, visioner, juga pekerja keras, yang bukan hanya berasal dari latar belakang teknologi, tetapi juga mereka yang berkecimpung di bidang desain, bisnis, dan pemasaran.

Di drama ini diperlihatkan bagaimana proses dalam mengumpulkan para calon founder, membentuk team juga serangkaian test seperti hackatho. Tak heran, dalam serial drama ini kita dibuat mengerti akan bagaimana proses dan perjuangan seorang founder startup dalam mengembangkan ide produknya.

Hal ini tentunya menggugah semangat para founder startup di Indonesia untuk bisa sukses seperti yang ada di serial drakor tersebut.

Kali ini program seperti Sandbox akan diadakan di Indonesia. Nama programnya The Founder. Kalau Sandbox adalah kisah fiksi dalam sebuah drama korea, The Founder justru akan benar-benar menampilkan bagaimana sebuah start up dibangun.

Raine Renaldi, president ID-Opentech Group sebagai pencetus program tersebut mengatakan The Founder ini polanya seperti Sandbox namun dikemas dalam bentuk reality Show. ”Saya rasa ini saatnya para founder startup mendapatkan ruang lebih luas di mata publik. Salah satunya dengan mengemas kegiatan ini menjadi reality show di TV. Nantinya setiap proses akan kita tunjukkan agar penonton bisa merasakan sisi emosional para founder startup dalam menjalankan program ini,” ujarnya.

Di acara ini, akan banyak kegiatan yang akan menghubungkan para founder dengan mentor-mentor startup ternama dan berpengalaman, juga akses kepada investor dan venture capital yang pastinya dibutuhkan oleh para founder startup.

Menurut Raine, dalam prosesnya nanti bukan tidak mungkin bahwa akan ada founder startup yang dilirik oleh investor bahkan sebelum sampai kepada tim Panelis. ”Sangat mungkin bahwa nantinya para founders startup ini akan dilirik oleh calon investor sebelum program selesai, karena kita akan terus menayangkan proses dan kegiatannya ke publik, sehingga from zero to hero yang biasa kita dengar saja, akan menjadi kenyataan disini.”

Untuk menyukseskan program reality show ini, The Founders menggandeng partner berpengalaman seperti Impactpreneur, Nakama Startup Heroes, BIM Indonesia , MITV dan partner lainnya. Program ini akan diisi oleh mentor, panelis dan investor dari berbagai negara dengan nama-nama yang sudah tidak asing lagi, mulai dari Founder Startup sampai dengan pejabat.

Ini akan menjadi tayangan reality show menarik oleh semua pegiat startup di Indonesia.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini