Joe Taslim Dibandingkan dengan Bruce Lee

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Akting Joe Taslim di ‘Mortal Kombat’ mendapat banyak pujian. Salah satunya dari sesama pemain, Mehcad Brooks, yang membandingkannya dengan Bruce Lee.

Di ‘Mortal Kombat’, Joe Taslim berperan sebagai Bi-Han atau Sub-Zero. Banyak adegan fighting yang dilakukan aktor kelahiran Palembang tersebut.

Joe Taslim, yang merupakan mantan anggota timnas Judo Indonesia, adalah sosok pertama yang di-casting untuk tampil di ‘Mortal Kombat’. Film yang diadaptasi dari game itu makin melambungkan namanya di dunia perfilman internasional.

Joe Taslim dibandingkan dengan Bruce Lee, karena sama-sama punya pergerakan yang cepat di depan kamera saat adegan fighting. Bruce Lee adalah ahli beladiri sekaligus aktor yang dikenal dengan aksinya yang luar biasa di era 50-an hingga meninggal dunia di 1973. Hingga saat ini, Bruce Lee dikenal sebagai salah satu ahli beladiri hebat sepanjang sejarah.

Mehcad Brooks, pemeran tokoh Jax dalam ‘Mortal Kombat’ melihat kesamaan antara Bruce Lee dan aktor kelahiran 23 Juni itu dalam adegan fighting di depan kamera.

“Joe sangat cepat, mereka harus memintanya memperlambat pergerakannya sedikit di depan kamera,” kata Brooks, dikutip dari Screen Rant, Selasa 4 Mei 2021.

“Hanya ada dua orang yang pergerakannya sangat cepat di depan kamera: Joe Taslim dan Bruce Lee,” lanjut aktor yang juga bermain di serial televisi ‘Supergirl’.

Ucapan Brooks diamini sang sutradara, Simon McQuoid. Dia menyebut, pergerakan aktor 39 tahun itu di depan kamera sangat cepat. “Pergerakan Joe lebih cepat dari siapa pun,” ujarnya.

Joe Taslim sebelumnya pernah tampil di ‘Fast & Furious 6’, ‘The Night Comes for Us’, ‘The Raid’, dan ‘Star Trek Beyond’.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini